Aksi Heroik Prajurit TNI Memeluk Tandu Kapsul Berputar di Udara Saat Evakuasi Kapolda Jambi

Aksi Heroik Prajurit TNI
Aksi Heroik Prajurit TNi Memeluk Tandu Kapsul Berputar di Udara Saat Evakuasi Kapolda Jambi (istimewa)

PROSES evakuasi korban helikopter yang mendarat darurat di hutan Kerinci Jambi menarik perhatian masyarakat. Betapa tidak, 8 penumpang heli nahas yang terdiri dari Kapolda Jambi dan sejumlah pejabat kepolisian setempat telah bertahan selama 48 jam di hutan belantara yang belum pernah terjamah manusia.

Proses evakuasipun terkendala cuaca dan lokasi pegunungan terjal yang sulit dijangkau. Kabarnya butuh waktu 2 jam perjalanan darat. Untuk itu, proses evakuasi dilakukan lewat udara yakni menggunakan helikopter.

Satu persatu, 8 korban yang mengalami luka-luka itu berhasil dievakuasi tim yang melibatkan Tim SAR, TNI dan Polri. Yang terakhir dievakuasi adalah Kapolda Jambi, Irjen Rusdi Hartono. Saat dievakuasi Irjen Rusdi yang mengalami patah tangan kanan inipun menuai perhatian.

Ada sosok prajurit TNI yang memeluk tandu berbentuk kapsul warna kuning yang  bergelantungan di tali saat tandu Kapolda Jambi sempat berputar-putar di udara.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak prajurit berbaju loreng yang menggunakan helm hitam bergelantungan di sebuah tali yang juga mengikat tempat Irjen Rusdi terbaring. Prajurit yang memeluk Kapolda Jambi itu bahkan sempat berputar-putar di udara sejak awal ditarik hingga masuk ke helikopter.

Prajurit itu adalah Kopda Ahmad Novrizal, prajurit Batalyon Komando 462 Kopasgat Pekanbaru. Kopda Ahmad diketahui memiliki keahlian penerjun dan tim SAR di satuannya.

“Saya penerjun dan tim SAR. Di latihan sering (melakukan terjun helikopter) tapi untuk pelaksanaan sebenarnya baru kali ini karena kami baru pertama dipercaya untuk mencari korban,” kata Kopda Ahmad usai melakukan evakuasi di Jambi, seperti dilansir detikSumut, Rabu (22/2/2023).

Saat evakuasi Irjen Rusdi itu, Ahmad ditemani tujuh prajurit TNI lainnya. Mereka terbang menggunakan Heli Super Puma TNI AU yang dikenal memiliki kemampuan terbaik untuk hoist dan hovering.
“Saat itu komandan saya, menunjuk saya melaksanakan evakuasi di bawah,” tuturnya.

Saat mendapat perintah, Ahmad tak ragu. Ahmad mengatakan saat momen evakuasi Kapolda Jambi itu kecepatan angin mencapai 15 Knot, sehingga jika dilihat kembali video yang beredar memang ia bertahan dengan kondisi berputar-putar cukup kencang.

“Pada saat pertama putarannya masih lambat, saat sudah di atas sudah kencang, saya pastikan jangan sampai tangan saya lepas dari dragbar (tempat berbaring korban saat dievakuasi pakai Heli) itu karena kalau saya lepas entah dia melorot makanya saya betul-betul pegang sambil menunggu rekan lainnya (di atas) naikan ke atas,” jelasnya.

Kopda Ahmad mengatakan aksi dramatis evakuasi Irjen Rusdi cukup menegangkan. Dia mengatakan saat turun ke bawah dia diberitahu tangan kanan dan punggung Kapolda Jambi patah sehingga dia harus benar-benar memastikan posisi Irjen Rusdi aman di atas dragbar safety.

“Langsung turun ke bawah, tangan Kapolda kanan patah dan punggung jadi betul-betul sudah kritis saya betul-betul pastikan bahwa dragbar ini safety,” katanya.

Meski menghadapi kondisi sulit, Ahmad tak gentar. Ia menjelaskan kondisi medan bukit Tamia, Kerinci, Jambi itu membuat tim SAR harus hati-hati dalam proses evakuasi.

“Kesulitan itu di medan, karena medan miring serta pohon setinggi 15 meter sehingga itu yang memperlambat kami evakuasi,” tuturnya.

Meski sudah terlatih, Kopda Ahmad mengaku ini merupakan momen pertamanya evakuasi via darat menggunakan cara hoist. “Saya harus biasa saja, karena kalau saya nervous malah makin gugup nanti pada saat saya membawanya.” terang dia.

Atas keberhasilan tim gabungan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi langsung kepada tim gabungan evakuasi Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono beserta rombongan helikopter yang mendarat darurat akibat cuaca buruk di Bukit Tamiai, Kerinci.

Salah satunya kepada prajurit TNI Kopda Ahmad Novrizal yang mengawal tandu Kapolda Jambi dari bawah ke helikopter hingga berputar karena faktor angin kencang. “Atas nama pimpinan Polri, saya mengucapkan terima kasih,” kata Sigit sembari menyalami satu per satu tim evakuasi gabungan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Jambi, Rabu (22/2/2023).

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan instansi terkait yang telah ikut membantu proses evakuasi dari rombongan helikopter. “Salam untuk Pak Panglima TNI, Pak KSAD, Pak KSAU, Pak KSAL, Pak Kepala Basarna, BMKG juga dan seluruh masyarakat. Kami keluarga besar Polri menyampaikan apresiasi,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*