JoSS, SOLO – Proyek renovasi viaduk di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, telah dimulai. Viaduk Gilingan yang menjadi langganan banjir ini bakal memiliki spesifikasi yang bagus ketika renovasi sudah selesai dilakukan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menutup kawasan tersebut mulai Minggu (19/2/2023) malam. Penutupan dilakukan di kedua ujung akses menuju viaduk yaitu di perempatan Ngemplak dan di pertigaan Gilingan.
Seperti diketahui, viaduk yang berada persis di sebelah Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tersebut saat ini telah direnovasi besar-besaran. Akibat renovasi tersebut, ruas Jl Ahmad Yani ditutup mulai 19 Februari 2023 hingga tiga bulan ke depan.
Dilansir dari solopos.com, Viaduk Gilingan ini kerap jadi langganan banjir saat hujan tiba. Belum lagi, tingginya yang hanya 3,4 meter, membuat kendaraan bermuatan besar, seperti bus hingga truk tak bisa lewat viaduk tersebut.
Bahkan, menurut Surat Kabar Bernas yang terbit pada 31 Maret 1992, Viaduk Gilingan Solo sudah menjadi permasalahan utama Kota Solo sejak dulu. Jika turun hujan, Viaduk Gilingan tidak dapat dilewati kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan total arus lalu lintas Semarang-Solo-Surabaya dan sebaliknya.
Setelah menunggu kurang lebih 30 tahun lamanya, kini Viaduk Gilingan direnovasi besar-besaran yang digadang-gadang mempunyai spesifikasi mumpuni. Menurut Balai Teknik Perkeretapian (BTP) Semarang, viaduk tersebut akan diperdalam sehingga tingginya menjadi 4,2 meter dan dapat dilalui kendaraan bermuatan besar.
“Dengan tampilan baru Jl. Ahmad Yani, arus lalin akan semakin lancar, jalan dapat dilewati kendaraan berdimensi besar,” kata BTP Semarang dalam akun Instagram resminya pada Sabtu (18/2/2023).
Menurut Site Manager Renovasi Viaduk Gilingan, Niko Herlembang, akses turunan viaduk akan jauh lebih panjang. Dari timur ke barat panjang jalan turunan sekitar 250 meter. Selain itu, ada juga jalur pedestrian.
“Nanti ada JPO [Jembatan Penyeberangan Orang] atau jalur pedestrian, yang akan menghubungkan Masjid Sheikh Zayed dengan Denbekang yang nantinya menjadi Islamic Center,” ungkapnya.
Di konstruksi jembatan kereta, nantinya ada semacam terowongan. Di dalam terowongan ada jalur pemisah yang bisa digunakan untuk pejalan kaki. (lna)

Leave a Reply