Sang Penghuni Terakhir Hutan Ngrawoh Blora, dia adalah Mbah Darman

mbah darman ngrawoh
Mbah Darman penghuni hutan Ngrawoh, Blora (Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng)

JoSS, BLORA – Tinggal di hutan tanpa adanya listrik dengan keterbatasan yang ada, pernah terbayang kah ? tetapi ini adalah kisah nyata. Sudah lebih kurang 22 tahun keluarga Mbah Darman (77) dan Sukimin (47) tinggal di hutan Desa Ngrawoh, Kecamatan Kradenan, Blora. Selama tinggal di hutan, kedua keluarga penghuni terakhir hutan itu hidup tanpa aliran listrik.

Kehidupan Mbah Darman sangat memprihatinkan hidup secara berpindah-pindah sejak kecil. Baru kemudian pada 1965, Mbah Darman tinggal di hutan Ngrawoh.

Tinggal dihutan tak sendiri Darman tinggal bersama sang istri Wagiyem. Pasangan ini memiliki dua anak, Wasis dan Wardi. Keduanya juga sudah tinggal terpisah dengan Darman usai menikah. Mereka tinggal bersama istrinya masing-masing di permukiman di luar hutan.

Dilansir dari detikjateng. Selama tinggal di hutan, keseharian Darman adalah berladang jagung. Kadang itu juga membuat arang yang dijual seharga Rp 25 ribu per karung. Salah satu alasan Darman tetap tinggal di hutan karena dia tidak memiliki lahan untuk ditinggali. Untuk itu, dia pun bersama sang istri nekat tinggal di hutan selama puluhan tahun.

Melihat Kondisi yang memprihatinkan Pihak Pemerintah Desa Ngrawoh tengah menyiapkan relokasi tinggal di kampung. Oleh karena tidak memungkinkan membangun di tanah desa, pihaknya bakal membuatkan rumah di atas tanah Perhutani.

Upaya dari pemerintahan setempat, Selama ini pihak desa sebenarnya sudah membujuk keluarga Mbah Darman untuk turun dan tinggal di permukiman. Hanya saja, ajakan itu berulang kali mendapat penolakan. Baru beberapa bulan yang lalu, keluarga Mbah Darman menerima ajakan dari pemerintah desa untuk turun dari hutan.

“Kami usulkan dari anggaran RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) daerah dan provinsi. Apabila tidak terealisasi, kami siapkan di perubahan Dana Desa,” sambung Purwondo.(Ham)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*