
JoSS, SWISS – Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNEP mengatakan lapisan ozon sedang dalam proses pemulihan, yang akan membantu mencegah pemanasan planet bumi sebesar 0,5 derajat Celcius.
Unep mengungkapkan bahwa upaya untuk menghentikan perubahan iklim telah terbantu oleh penghapusan bahan kimia yang merusak lapisan ozon secara global.
Dengan perkembangan ini, PBB mengatakan lapisan ozon diperkirakan akan beregenerasi dalam 40 tahun ke depan.
“Pemulihan lapisan ozon berjalan sesuai rencana berdasarkan laporan empat tahunan terbaru adalah berita yang luar biasa,” kata Sekretaris Eksekutif Sekretariat Ozon UNEP Meg Seki, Selasa (10/1/2023)
Seki mengatakan dampak Protokol Montreal terhadap mitigasi perubahan iklim tidak bisa terlalu dipaksakan. Selama 35 tahun terakhir, Protokol itu telah menjadi pembela sejati bagi lingkungan.
Protokol Montreal menghapus zat-zat yang merusak lapisan ozon bumi. Protokol yang mulai berlaku pada 1989 itu adalah salah satu perjanjian internasional tentang lingkungan yang paling berpengaruh.
Berkat kerja sama global, PBB mencatat dalam laporannya bahwa pulihnya lapisan ozon saat ini membawa keuntungan lingkungan dan ekonomi.
Laporan tersebut disusun oleh sekelompok besar ahli internasional, termasuk banyak dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), UNEP, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA), serta Uni Eropa.
Untuk diketahui, lapisan ozon adalah wilayah atmosfer bagian atas dengan ketinggian antara 15-35 kilometer di atas permukaan bumi. Tanpa adanya lapisan ozon, kehidupan bumi tidak akan berjalan normal.
Ironisnya, seiring dengan perubahan iklim dan gas rumah kaca lapisan ozon ini kian menipis. Fenomena ini tentu akan berdampak signifikan bagi lingkungan bumi.
Apa Itu Penipisan Ozon?
Teori tentang penipisan ozon pertama kali dikemukakan pada 1974 oleh ilmuwan Amerika, Mario Molina dan F. Sherwood Rowland. Mereka khawatir tentang dampak CFC pada lapisan ozon. Hipotesis mereka disambut dengan banyak skeptisisme, tetapi karya ilmiah 20 tahun berikutnya membuktikan bahwa mereka benar dan mendorong hampir setiap negara di dunia untuk bertindak.
Melansir situs resmi Government of Canada, penipisan ozon adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan penipisan lapisan ozon di stratosfer. Penipisan ozon terjadi ketika keseimbangan alami antara produksi dan perusakan ozon di stratosfer mengarah pada kehancuran. Faktor utama yang mengubah keseimbangan itu terjadi karena aktivitas manusia.
Penyebab Penipisan Lapisan Ozon
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa bahan kimia buatan manusia tertentu bertanggung jawab atas terciptanya lubang ozon Antartika dan hilangnya ozon global. Bahan kimia ini adalah gas industri yang telah digunakan selama bertahun-tahun dalam berbagai produk dan aplikasi termasuk semprotan aerosol, lemari es, AC, alat pemadam kebakaran, dan pengasapan tanaman.
Sebagian besar dari pelepasan bahan kimia buatan, yang dikenal sebagai zat perusak ozon (ODS) bakal mengarah ke atmosfer. Ini adalah zat stabil yang tidak terurai di atmosfer bawah dan mengandung atom halogen, misalnya klorin atau bromin. Senyawa ini kemudian menghancurkan ozon melalui siklus katalitik yang kompleks.
Dampaknya bagi Lingkungan
Penipisan lapisan ozon menyebabkan peningkatan tingkat radiasi ultraviolet (UV) di permukaan bumi yang merusak kesehatan manusia. Dampak negatifnya termasuk peningkatan jenis kanker kulit tertentu, katarak mata, dan gangguan defisiensi imun. Dilansir dari ec.europa.eu, fenomena ini juga berdampak pada ekosistem lingkungan.
Radiasi UV (efek bocornya lapisan ozon) juga mempengaruhi ekosistem terestrial dan akuatik, mengubah pertumbuhan, rantai makanan, dan siklus biokimia.
Kehidupan air tepat di bawah permukaan air, dasar dari rantai makanan, sangat dipengaruhi oleh tingkat UV yang tinggi. Sinar UV juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman, mengurangi produktivitas pertanian. (lna)

Leave a Reply