Program Kartu Prakerja 2023 Kembali Dibuka, Insentif Naik Jadi Rp4,2 Juta

Kartu Prakerja Insentif Naik
Kartu Prakerja Insentif Naik

JoSS, JAKARTA – Pendaftaran Kartu Prakerja akan kembali dibuka di 2023. Tahun ini, Kartu Prakerja akan menambah besaran insentif yang diterima oleh peserta. Adapun besaran insentif yang diterima peserta program Kartu Prakerja tahun ini naik menjadi Rp 4,2 juta per individu. Sebelumnya peserta mendapatkan Rp 3,5 juta di tahun 2022

Namun demikian, seiring dengan melandainya kasus pandemi Covid-19, melakukan penyesuaian skema Kartu Prakerja dari semula semi bantuan sosial (bansos) menjadi skema normal pada 2023.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada bantuan peningkatan kemampuan dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif naik pascapelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

“Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Cipta Kerja ini seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, dikutip Senin (2/1/2023).

Beberapa perubahan dilakukan di antaranya:

  1. Besaran Insentif Naik Jadi 4,2 Juta

Adapun besaran insentif yang diterima peserta program Kartu Prakerja tahun ini naik menjadi Rp 4,2 juta per individu. Sebelumnya peserta mendapatkan Rp 3,5 juta di tahun 2022.

Rincian benefit yang didapatkan dari Rp 4,2 juta ini terbagi menjadi Rp 3,5 juta untuk bantuan biaya pendidikan, Rp 600 ribu insentif pasca pelatihan yang hanya diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survey sebesar Rp 100 ribu untuk dua kali survey.

Dari porsi rincian ini terlihat bahwa peserta akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan lebih banyak dari sebelumnya. Yakni dari Rp 2,4 juta di tahun 2022 menjadi Rp 3,5 juta di tahun 2023 ini.

Sementara itu untuk insentif yang didapat pasca pelatihan akan mengalami penurunan. Yakni dari Rp 2,4 juta yang terbagi menjadi 4 kali penerimaan masing-masing Rp 600, kini hanya mendapatkan Rp 600 ribu untuk sekali penerimaan.

Hal ini sesuai dengan skema normal yang diberlakukan dalam kartu prakerja tahun ini. Yakni berfokus pada peningkatan kompetensi dan pelatihan, bukan sebagai bansos.

2. Diadakan secara Online & Offline
Selain perubahan skema insetif yang diterima, program kartu prakerja tahun 2023 ini juga mengalami perubahan secara pelaksanaan. Untuk tahun 2023 ini pelaksanaan pelatihan bisa diimplementasikan secara online, offline maupun baruan keduanya.

Selain itu, pendaftaran prakerja juga dimungkinkan bagi penerima bansos lainnya seperti Bansos Kemensos, Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Penerima bansos ini dapat menerima manfaat dari Program Kartu Prakerja secara bersamaan.

“Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp 5 triliun dengan target 1,5 juta orang,” terang Airlangga.

Untuk diketahui Program Kartu Prakerja sepanjang tahun 2022 tercatat memiliki sebanyak 3,46 juta peserta dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara total peserta sejak awal pelaksanaannya pada April 2022 sudah mencapai angka 14,9 juta peserta.

Dari 3,46 juta peserta di tahun 2022 tersebut, sebanyak 53,6% diantaranya berasal dari 212 kabupaten/kota yang menjadi target penurunan kemiskinan ekstrem. Angka tersebut juga mencakup beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*