Pemkot Solo Bakal Bangun City Walk Menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan

Solo City Walk
Ilustrasi; Pemkot Solo Bakal Bangun City Walk Menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan (Istimewa)

JoSS, SOLO – Pemerintah Kota Solo bakal merealisasikan pembangunan jalur pedestrian atau city walk bagi pejalan kaki untuk menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan anggaran pekerjaan proyek pembangunan jalur pedestrian ini berasal dari dana hibah dari Uni Emirat Arab atau UEA.

Rencana ini terungkap saat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke UEA selama sepekan untuk memenuhi undangan dari Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Gibran memiliki misi mencari pendanaan untuk membiayai sederet program atau kegiatan pembangunan di Kota Bengawan. Sebab, anggaran APBD tidak mencukupi untuk percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang ada di Kota Solo.

Beberapa program pembangunan yang akan dibiayai dari dana hibah UEA itu di antaranya untuk penanganan penataan kawasan kumuh dan pembangunan jalan-jalan perkampungan.

Tak hanya itu, dana hibah itu juga digunakan untuk membiayai pekerjaan pembangunan city walk atau jalur pedestrian dari Terminal Tirtonadi sampai Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Solo pada 2023. Kemegahan dari keindahan arsitektur masjid dengan 82 kubah bergaya Maroko itu menjadi magnet bagi masyarakat baik di Solo maupun luar daerah.

“Jalur pedestrian semacam city walk bakal dibangun mulai dari Tirtonadi [Terminal Tirtonadi] sampai masjid. Ini untuk akses pejalan kaki dan wisatawan yang hendak berkunjung ke masjid,” katanya, beberapa waktu lalu seperti dilansir dari solopos.com.

Ahyani menyebut jalur pedestrian itu untuk mendukung pengembangan wisata religi di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Wisatawan yang turun di terminal bisa berjalan kaki menuju masjid yang jaraknya sekitar 700 meter.

Pembangunan jalur pedestrian itu bagian dari penataan untuk mempercantik wajah kota sekaligus akses wisatawan yang hendak berkunjung ke masjid. “Ini di luar pembangunan Islamic Center ya. Di luar itu. Jadi yang berkepentingan ke masjid lebih nyaman,” ujarnya.

Soal mekanisme penggunaan dana hibah dari UEA, Sekda menjelaskan dana hibah itu jika dikonversi ke rupiah mencapai ratusan miliar rupiah. Tahap awal, mekanisme penggunaan dana hibah harus dirapatkan dahulu oleh kementerian terkait.

“Jadi awal masuk APBN yang melibatkan kementerian-kementerian terkait. Kementeriannya apa saja yang terlibat. Lalu diteruskan ke APBD. Secara tata administrasi keuangan tidak bisa langsung masuk ke APBD Solo. Harus melalui tahapan mekanisme administrasi keuangan yang diatur pemerintah pusat,” paparnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*