BELAKANGAN ini, berseliweran di sosial media sebuah angkringan unik bernama West. Tak jauh beda dari angkringan lainnya, warung kaki lima ini menjual aneka gorengan, minuman dan makanan. Ditambah ada menu special soto ayam.
Keunikan ada pada penjualnya, Fahrudin Raharso atau yang akrab disama Masdin alias Udin. Caranya dalam melayani pembeli menggunakan dialek Semarangan yang kental dengan intonasi yang sedikit ‘ngegas’. Bagi pembeli yang bukan asli Semarang bakal kaget dan menilai cara berbicaranya kasar karena sesekali mengandung umpatan.
Salah atu video yang viral, yakni ketika seorang pembeli mulai berhitung apa saja yang dimakannya. Pembeli berkaus merah itu mengatakan dia makan soto, gorengan satu dan es teh. Kemudian Masdin meminta pembeli itu mendekat untuk dicek, menggunakan laptop yang difungsikan seperti layaknya mesin USG.
“lha ini ono sate loro no owk, gorengan papat,… *su owk (lha ini ada sate dua, gorengan 4-red),” kata Masdin yang membuat sang pembeli akhirnya mengakui, telah berbohong sebelumnya.
Beberapa video lainnya, yakni ketika pembeli menanyakan jeruk nipis sebagai pelengkap rasa kuah soto, Udin mengatakan kalau jeruk nipisnya habis. Kemudian Udin menyarankan pembeli mengunakan minuman sacet rasa jeruk.
Video lainnya, Udin terlihat menyuruh sabar seorang pembeli perempuan, karena antrean panjang. “Sabar ya mbak, kono tinggal solat sik (sabar ya mbak, sana ditinggal solat dulu-red) kata Udin dengan raut wajah yang menjengkelkan.
Tak jarang pula, pria berambut gondrong dan berjenggot itu melontarkan kata-kata umpatan sembari bercanda ke pelanggannya. Karena keunikannya tersebut, Angkringan West dijuluki warganet sebagai Karen’s Diner versi lokal, meski Udin bahkan tak mengetahui tentang restaurant asal Australia itu.
Video-video tersebutlah yang kemudian viral di media sosial, sehingga membuat warung Masdin tak pernah sepi pembeli. Tak hanya pelanggan yang tinggal di sekitar angkringan. Namun kini warungnya kerap didatangi pembeli dari luar kota, pejabat bahkan selebgram.
Lokasi Angkringan West Bagi Anda yang belum tahu, Angkringan West berada di jalan Sri Rejeki Dalam Raya Nomor 33, Semarang. Udin menyampaikan, nama tersebut digunakan lantaran tempat usahanya berada di wilayah Semarang barat.
“Buka angkringan sejak 2019 sampai akhir 2021 di lokasi lama, lanjut pindah tak jauh dari lokasi lama,” ujar Udin. “Yang sekarang yaitu di Jalan Sri Rejeki Dalam Raya No 33, Semarang,” sambungnya.
Udin mengungkapkan, alasan buka angkringan dimulai karena pandemi. Pada awalnya, tempat usaha ini dijaga oleh Udin bersama temannya, Angga dengan sistem shift atau bergantian. Tetapi, Angga memutuskan untuk menjadi wartawan dan Udin memutuskan melanjutkan usaha angkringannya dan memberi nama Angkringan West.
Di angkringan tersebut, ia menyajikan berbagai macam menu layaknya angkringan yang biasa dijumpai di Solo maupun Yogyakarta. Di antaranya nasi bungkus, sate usus, sate telur, bacem kepala ayam, gorengan, termasuk aneka camilan. “Ada juga aneka minuman, mi instan, dan untuk soto sebenarnya menu baru,” jelas Udin.
Salah satu hal yang membuat Angkringan West makin booming adalah tersedianya menu soto. Tetapi, soto yang disajikan bukanlah soto sembarangan. Pelanggan yang datang bisa menambahkan minuman sachet rasa jeruk ke dalamnya. Udin mengatakan, ide untuk membuat soto dengan tambahan minuman sachet rasa jeruk berawal dari keisengan semata.
Hal tersebut bermula dari teman Udin bernama Fajar yang memesan soto namun jeruk nipis sudah habis karena angkringan West sudah mau tutup. “Kemudian dia nyeletuk, ‘Lha kuwi nganggo nutrisari kan podo-podo jeruk’,” ujar Udin menirukan perkataan Fajar. “Dari situ tanpa pikir panjang langsung saya buat konten bersama Asap teman saya dan Dany sebagai kameramen juga editing-nya, kurang lebih seperti itu,” tambahnya.
Ia mengatakan tidak menyangka konten yang bermula dari keisengan tersebut mendapat atensi yang cukup besar. Bahkan, tidak sedikit pelanggan termasuk influencer yang datang ke Angkringan West sengaja memesan soto dengan tambahan minuman sachet rasa jeruk.
“Kalau ditanya rasanya seperti apa, silakan datang kemari. Menurut mereka enak, karena sebagai pengganti jeruk nipis,” cetus Udin, dilansir dari Kompas.com.
Udin menyadari popularitas konten soal angkringannya membawa berkah bagi dirinya. Akan tetapi, banyaknya pelanggan yang datang membuat Udin bersama istrinya sampai kewalahan.
Sampai-sampai, Udin meminta tolong kepada saudaranya untuk membantu dirinya bersama sang istri. “Alhamdulillah dampaknya positif, peningkatan jumlah pengunjung yang ngawur hingga saya dan istri kewalahan,” tuturnya.
“Yang buat kami sedih adalah ketika jualan kami sudah habis tapi pembeli masih saja datang. Untuk itu saat ini kami benar-benar memikirkan manajemen produksi dan waktu supaya semuanya bisa efisien,” pungkasnya.
Sementara itu, Dalam memproduksi konten, Udin sering dibantu banyak rekan-rekannya. Selain itu, dalam dunia visual, dirinya ternyata punya banyak pengalaman.
Sebelum terkenal, ternyata Udin pernah punya karier seni peran seperti masuk dalam video klip banyak musisi seperti Roy Jeconiah, Sandy Petiz dan Jecovox Band, lalu membuat konten komedi bersama komunitasnya yang bernama Larahan dan menang beberapa lomba film pendek.
“Jadi di depan kamera sudah nggak grogi. Selain itu konten saya juga natural kok, jadi ya tidak ada masalah,” ungkapnya. (lna)

Leave a Reply