JoSS, PEKALONGAN – Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan melalui kepala seksi penyelenggaraan haji dan umrah (PHU), Mundakir mengatakan pihaknya akan memberangkatkan 302 jemaah di tahun ini.
Kepastian itu diperoleh usai penandatanganan kesepakatan penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/ 2023 M oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas bersama menteri haji dan umrah Arab Saudi, Tawfiq F Al Rabiah di Jeddah, Minggu (8/1), di mana pemerintah Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221 ribu jemaah.
Dia menambahkan jumlah tersebut sama dengan jumlah kuota haji Kota Pekalongan sebelum pandemi. Adapun untuk Jawa Tengah mendapatkan kuota sebesar 29.008 jemaah calon haji.
“Artinya kembali semula ketika sebelum pandemi, tahun kemarin kita hanya mendapatkan kuota 50 persen, tahun ini sudah 100 persen, dari 221 ribu jemaah, Jawa Tengah mendapat kuota 29.008 jemaah haji dan kota Pekalongan mendapat 302 jemaah,” jelasnya seperti dilansir dari Antara, Selasa (10/1/2022).
Disampaikan Mundakir kuota tersebut diprioritaskan bagi calon jemaah yang sudah mendapatkan nomor kursi, lanjutnya saat ini tidak ada batasan usia seperti tahun sebelumnya yang diperuntukkan usia dibawah 65 tahun dan untuk syarat lainnya masih sama yaitu wajib vaksin meningitis, vaksin booster, terpenuhinya istitha’ah kesehatan jemaah haji sebelum pemberangkatan, serta lainnya.
Ia menambahkan saat ini pihaknya belum melakukan sosialisasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di kota Pekalongan sembari menunggu nama-nama yang terdaftar pada nomor kursi dan urutan pemberangkatan.
Lebih lanjut, Mundakir mengajak calon jemaah haji untuk bisa menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, berolahraga juga tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, agar waktu yang sudah digunakan untuk menunggu kesempatan ini tidak terbuang sia-sia. (lna)

Leave a Reply