Inggris – Jepang Sepakat Teken Perjanjian Pertahanan Yang Memungkinkan Kedua Negara Bertukar Pasukan Militer  

inggris jepang bertukar pasukan militer
Ilustrasi, Inggris – Jepang Sepakat Teken Perjanjian Pertahanan Yang Memungkinkan Kedua Negara Bertukar Pasukan Militer (getmilitaryphotos)

JoSS, LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak akan menandatangani perjanjian pertahanan dengan PM Jepang Fumio Kishida untuk mempercepat kerja sama dan keamanan antar dua negara.

Rishi Sunak dijadwalkan menyambut kedatangan Kishida di Menara London pada hari ini, Rabu (11/1/2023) untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Kesepakatan yang disebut sebagai perjanjian pertahanan yang paling signifikan antara Inggris dan Jepang ini akan memungkinkan Inggris mengirimkan sebagian pasukannya ke Jepang.

Dilansir dari Bloomberg, Pemerintah Inggris mengungkapkan bersama perjanjian tersebut Inggris dan Jepang akan mengizinkan pertukaran pasukan militer kedua negara dan melakukan latihan militer.

Inggris menjadi negara Eropa pertama yang memiliki perjanjian militer dengan Jepang, yang juga memiliki kesepakatan serupa dengan Australia. Perjanjian akses militer ini juga akan membantu memperdalam hubungan Inggris dengan Indo-Pasifik.

Pemerintah Sunak sedang dalam proses memperbarui pendekatannya terhadap keamanan, pertahanan, dan kebijakan luar negeri, yang terakhir kali direvisi pada tahun 2021, dengan keberpihakan ke kawasan itu.

“Perjanjian ini sangat berarti bagi kedua negara, karena semakin memperkuat komitmen Inggris terhadap Indo-Pasifik. Bersama kita meningkatkan keamanan ekonomi, mempercepat kerja sama pertahanan kita, dan mendorong inovasi yang menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi,” jelas Sunak.

Pernyataan itu muncul beberapa minggu setelah Inggris dan Italia sepakat untuk menggabungkan rencana pesawat tempur generasi mendatang dengan proyek serupa di Jepang, dalam upaya untuk membawa pesawat tempur baru ke dalam layanan pada tahun 2035.

Kabinet Jepang baru-baru ini menyetujui kenaikan belanja pertahanan terbesar negara itu sejak akhir Perang Dunia II. Hal ini memperbarui kebijakan keamanan nasionalnya dan menggambarkan China sebagai ancaman strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selama beberapa dekade terakhir, Jepang menjadi negara cinta damai, tetapi invasi Rusia ke Ukraina memicu pergeseran arah militer dan penilaian ulang apakah Jepang dapat mempertahankan diri dari ancaman saat ini dan masa depan.

Sementara itu, kedua pemimpin juga akan melakukan pembahasan terkait kepresidenan G7 Jepang dan komitmen kedua negara untuk mempertahankan dukung terhadap Ukraina.

Jepang yang secara resmi ditunjuk sebagai Presidensi G7 2023 membuat Kishida memutuskan untuk melakukan tur ke wilayah Eropa dan Amerika Utara dengan membawa agenda pembicaraan yang berfokus pada sistem keamanan dan pertahanan.

Adapun tur kenegaraan tersebut akan diakhiri oleh pertemuan Kishida dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Pada kunjungannya di Paris, Kishida memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Keduanya berjanji untuk mempertahankan aksi bersama di Pasifik.

Macron memastikan bahwa negaranya juga akan memberikan dukungan tanpa henti kepada Jepang untuk melawan agresi Korea Utara.

Sebelumnya, Inggris, Italia, dan Jepang mengatakan bahwa mereka akan bersama-sama mengembangkan jet tempur masa depan. Kolaborasi antar ketiga negara itu disebut sebagai Global Combat Air Progamme.

Global Combat Air Programme dijadwalkan untuk memproduksi jet tempur pertamanya pada 2025 mendatang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*