
KEBUTUHAN pangan bagi manusia seperti sayuran dan buah–buahan semakin meningkat dengan seiring perkembangan jumlah penduduk. Namun hal tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan lahan pertanian yang justru semakin sempit.
Jangankan di kota – kota besar, dilingkup sentra pertanian alih fungsi lahan menjadi pemukiman sudah tidak dapat terelakkan lagi. Sehingga sistem hidroponik yang paling tepat untuk model usaha pertanian,
Pengadaan hydroponic sebenarnya tidak membutuhkan banyak biaya dan tempat dengan memanfaatkan halaman rumah pun sudah bisa menjadi sarana untuk menghasilkan sayur yang segar
Pengadaan hiidroponik ini sebenarnya sudah banyak dipakai oleh beberapa masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas dengan pemanfaatan tersebut dapat menghasilkan hasih pertanian yang bagus dari segi kualitas dan kuantitasnya dan juga secara tidak langsung memaksimalkan lahan yang ada karena lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas
Pembuatan media bertanam dengan konsep hidroponik tidak terlalu sulit, begitu pula dengan bahan– bahan yang digunakan cukup mudah untuk didapatkan. pertama bisa munggunakan bak–bak yang akan dijadikannya sebagai media tanam sayuran, dan yang ke dua menggunakan pipa bekas Jika menggunakan pipa, maka pipa tersebut harus disambung–sambung kemudian di lubangi untuk media tanam sayuran
Media yang dapat digunakan untuk tanaman hidroponik sendiri bisa menggunakan cara seperti apung, pasir, serbuk gergaji, atau gambut. Media tersebut berfungsi seperti tanah
Jenis tanaman yang biasa ditanam di halaman rumah dengan sistem hydroponic antara lain bunga ( misal: krisan, gerberra, anggrek, kaktus), sayur – sayuran ( misal: selada, sawi, tomat, wortel,asparagus, brokoli, cabe, terong
Perawatan pada sistem hidroponik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman system konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk dan daun serta lain – lain. Pupuk media tanam pada system hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam
Keuntungan dari hidroponi sendiri adalah keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin, Perawatan lebih praktis dan gangguan hama lebih terkontrol, Pemakaian pupuk lebih hemat (efisien), Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru, Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan memiliki standarisasi, Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor dan rusak, Hasil produksi lebih continue dan lebih tinggi disbanding dengan penanama ditanah, Harga jual hidroponik lebih tinggi dari produk non-hydroponic, Beberapa jenis tanaman dapat dibudidayakan di luar musim bisa ditanam pada system ini.(*)
Penulis: Lechan Mutaqin, Fakultas Ekonomi,Prodi Ekonomi Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply