Dapur Umum Pemkot Pekalongan Penuhi Kebutuhan Makanan 2.000 Pengungsi  

Dapur Umum Pekalongan
Dapur Umum Pemkot Pekalongan

JoSS, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) kembali mendirikan Dapur Umum Tanggap Darurat Bencana yang dipusatkan di Kantor Dinsos-P2KB Kota Pekalongan.

Pendirian dapur umum ini sebagai bentuk upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam memenuhi perbekalan makanan bagi sekitar 2.000 warga yang masih bertahan di pengungsian akibat banjir.

Diketahui Kota Pekalongan mengalami curah hujan tinggi sejak kemarin Jumat sore, 30 Desember 2022 dan berakhir pada Sabtu 31 Desember 2022. Hal tersebut menyebabkan genangan sekitar 15-70 cm di beberapa titik khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, dan sebagian Kecamatan Pekalongan Timur.

Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa, kondisi banjir saat ini sudah mulai surut. dan jumlah pengungsi masih terus dilakukan update data kembali oleh dinas terkait dibantu perangkat kelurahan dan kecamatan yang terdampak banjir.

“Setelah ini Saya segera ke Semarang untuk melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo terkait penanganan lanjutan bencana banjir yang melanda hampir semua daerah pantura, bukan hanya di Kota Pekalongan,” ucap Walikota yang akrab disapa Aaf ini, Senin (2/1/2023).

Aaf menegaskan, untuk penanganan logistik dan perbekalan makanan dan pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian sudah maksimal sejak kejadian banjir melanda Kota Pekalongan.

“Untuk makan tiga kali pengungsi sudah terpenuhi, yang belum terkoordinasi itu yang warga terdampak banjir tetapi tidak mengungsi. Update warga terdampak banjir masih terus dilakukan, dan kebetulan juga Dapur Umum sudah didirikan di Kantor Dinsos-P2KB Kota Pekalongan dan semua unsur masyarakat sudah bergerak membantu keberlangsungan Dapur Umum ini baik TNI, Polri, relawan, dan sebagainya,” tegasnya, dilansir dari pekalongankota.go.id.

Pihaknya berharap, perangkat kelurahan dan kecamatan yang ada aktif mendata untuk mengakomodir para warganya yang mengungsi di posko-posko pengungsian maupun warganya yang terdampak banjir namun tidak mengungsi.

“Yang Saya harapkan perwakilan warga koordinasi dengan lurah atau camat untuk mendata dan melapor ke Dinsos-P2KB atau kanal-kanal pengaduan milik Pemerintah Kota Pekalongan via WA Wadul Aladin, Call Center 112, dan sebagainya bilamana urgent membutuhkan bantuan penanganan evakuasi atau pemenuhan kebutuhan dasar selama kejadian banjir ini,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi menjelaskan bahwa, Dapur Umum Dinsos-P2KB untuk pemenuhan perbekalan makan bagi pengungsi banjir Kota Pekalongan telah didirikan sejak Hari Minggu siang (1/1/2023), dimana paginya persiapan dilanjutkan proses memasak serta langsung didistribusikan kepada para pengungsi banjir yang ada di 18 titik lokasi pengungsian yang telah disediakan.

“Saat hari pertama kejadian banjir, Sabtu (31/12/2022) awalnya kami masih bisa memenuhi kebutuhan makan pengungsi dari memesan sejumlah warung yang ada. Namun, setelah itu karena pengungsi semakin bertambah, kami putuskan Hari Ahad siang (1/1/2023) kemarin untuk membuka Dapur Umum di Kantor Dinsos-P2KB Kota Pekalongan,” terang Yos.

Yos menyebutkan, untuk operasional dapur umum ini 24 jam, dimana para petugas dan relawan yang ada melakukan proses memasak dan mengolah logistik mulai pukul 03.00 WIB, siang sekitar pukul 10.00 WIB dan sore sehabis Ashar, dimana sekali proses masak sekitar 1500-2000an bungkus nasi ditambah lauk pauk.

“Alhamdulillah dari petugas gabungan dari TNI Kodim, personel kepolisian Polres Pekalongan Kota, Tagana, pendamping PKH, pelajar, mahasiswa, dan relawan lainnya bahu-membahu langsung turun tangan menyiapkan persediaan makanan untuk para pengungsi di Dapur Umum ini. Nanti setelah makanan siap, dari Dinsos-P2KB Kota Pekalongan menyalurkan ke masing-masing koordinator posko pengungsian yang ada,” tuturnya.

Sementara, itu warga terdampak banjir yang tidak mengungsi sejauh ini masih bisa tercover perbekalan makanan di beberapa dapur umum mandiri yang dikoordinir oleh masing-masing kelurahan maupun tokoh masyarakat setempat.

Dia menambahkan jika dapur umum mandiri di masyarakat kekurangan logistik juga biasanya kami bisa fasilitasi supplay kebutuhan seperti beras, minyak goreng, telur, mie instan, atau sayuran. “Alhamdulillah dari CSR, BUMN, BUMD, KORPRI dan para donatur juga silih berganti peduli sesama dengan menyalurkan bantuan kepada warga maupun pengungsi banjir,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*