

DAHULU sebelum adanya internet, pelaku kegiatan ekonomi melakukan kegiatannya dengan cara mulai dari berdagang, berbelanja bahkan kegiatan lelang pun dilakukan dengan cara bertatap muka langsung. Konsumen yang ingin membeli barang harus datang ke toko-toko atau merlihat secara fisik sehingga terjadi pertemuan antara pedagang dan pembeli. Proses transaksi, tawar menawar dan strategi pedagang dalam memikat konsumen pun terlihat nyata. Namun, berkat adanya internet terciptalah teknologi perdagangan secara online yang terintegrasi dengan sistem yang biasa disebut online shop.
Situasi tersebut dimanfaatkan oleh penyedia layanan untuk mengembangkan bisnis mereka melalui e-commerce yang salah satu bentuknya adalah online shop atau belanja online. Berbagai inovasi dilakukan oleh penyedia barang maupun jasa untuk mempromosikan sekaligus menggencarkan produk melalui media sosial yang diyakini memiliki pengaruh besar dalam pemasaran produk. Namun tetap saja, dibalik kemudahan dan kecepatan belanja online terdapat dampak positif maupun negative yang dirasakan oleh pengguna.
Melalui online-shop ini, pembeli tidak perlu susah payah mendatangi toko hanya untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Pembeli bisa melihat dagangan yang dijual melalui smartphone. Penjual dan pembeli tidak perlu tatap muka untuk melakukan transaksi. Pembeli tinggal memesan barang yang diinginkan, kemudian pembayarannya bisa dilakukan dengan transfer melalui bank atau credit-card. Setelah itu, barang akan dikirimkan ke alamat sesuai keinginan pembeli.
Namun, dibalik dampak positif pasti ada dampak negatifnya. Berikut beberapa dampak negatif dari belanja online, yaitu:
- Kualitas barang yang tidak sesuai dengan gambar

Karena kita tidak bisa membeli barang dengan bertatap muka secara langsung, atau melihatnya secara fisik, contohnya terkadang warna barang berbeda dengan di dalam foto yang dijual di marketplace, mungkin saja karena efek pencahayaan kamera, atau edit foto yang berlebihan agar barang terlihat menarik untuk dibeli.
- Barang yang diterima rusak ketika barang dalam pengiriman.

Saking banyaknya barang yang akan di kirim di sebuah ekspedisi, banyak barang yang akan saling tertumpuk satu dengan yang lainnya, itu salah satu hal yang terkadang membuat barang menjadi rusak.
- Sering terjadi penipuan, setelah uang ditransfer, barang tidak diterima

Salah satu hal apabila kita tidak menilai suatu marketplace terlebih dahulu, atau bisa dikatakan terlalu terburu – buru mengambil keputusan untuk membeli suatu barang, penting sekali untuk melihat rating atau review yang diberikan oleh pembeli sebelumnya, karena dari itu kita bisa melihat apakah marketplace tersebut benar – benar menjual barang dengan benar kepada konsumen.
- Menimbulkan perilaku konsumtif

Karena dimudahkannya kita membeli barang tanpa harus keluar rumah, dan harga barang di sebuah marketplace yang lebih terjangkau daripada offline storenya, itu beberapa hal yang tanpa kita sadari membuat kita ingin berbelanja terus menerus dan membuat kita berperilaku konsumtif Untuk menyikapi hal-hal tersebut, jadilah pembeli yang cerdas. Teliti sebelum membeli, carilah informasi mengenai online-shop tersebut dan pilihlah cara paling aman dalam membayar. Dengan begitu, diharapkan kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama belanja online.(*)
Penulis: Nurmalini, Fakultas Ekonomi,Prodi Ekonomi Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply