Ciptakan Alat Pengukur Power Tungkai Berbasis Digital Antarkan Sri Haryono Raih Gelar Doktor

Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahragaan Unniversitas Negeri Semarang (UNNES), Dr Sri Haryono SPd MOr berhasil menyabet gelar Doktor dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (11/1/2023). (foto: unnes.ac.id)

JoSS, SOLO – Dr Sri Haryono SPd MOr berhasil menyabet gelar Doktor dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (11/1/2023). Dihadapan penguji yang dipimpin Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum, Dr Sri Haryono memaparkan disertasi dengan judul Pengembangan Jump Power Meter (JPM) Sebagai Alat Pengukur Power Tungkai Berbasis Sistem Digital Terintegrasi (Studi pada atlet di Kota Semarang).

Dr Sri Haryono menjelaskan Jump Power Meter (JPM) sebagai alat untuk mengukur daya penyangga berbasis sistem digital terintegrasi sangat dibutuhkan ketersediaannya dalam program latihan olahraga untuk membantu evaluasi program kondisi fisik daya dukung atlet.

“Peran iptek sangatlah penting dalam memajukan olahraga suatu bangsa. Negara dengan iptek olahraganya yang maju pasti diikuti dengan prestasi olahraga yang maju pula,” katanya, dilansir dari unnes.ac.id.

Ia menjabarkan, Jump Power Meter (JPM) berbasis sistem digital terintegrasi adalah sebuah perangkat elektronik dan mekanik yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu main box controller sebagai pusat komponen dan sistem elektronik dan platform sebagai dasar melakukan loncatan vertikal sekaligus sebagai alat untuk mengukur berat badan atau alat pengukur power tungkai.

“Kedua bagian besar ini dihubungkan dengan kabel untuk mengirimkan data berat badan ke main box controller. Setelah data diproses secara sistem terintegrasi dengan rumus yang sudah ditentukan, seluruh hasil pengukuran yang meliputi berat badan, tinggi loncatan, waktu loncatan, power dalam satuan Kg.m/sec. dan Watt akan terlihat pada display,” jelas Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahragaan Universitas Negeri Semarang (UNNES) itu.

Dia mengatakan JPM memiliki banyak keunggulan dan terjangkau biaya produksinya sehingga dapat diproduksi secara massal untuk mengembangkan iptek olahraga Indonesia.

“JPM sebagai hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pembinaan atlet berbagai cabang olahraga sehingga dapat memajukan olahraga nasional,” terangnya.

Promotor dalam Ujian Disertasi ini yakni Prof Dr Sugiyanto sebagai Promotor, Ko Promotor 1 Prof Dr Agus Kristiyanto MPd dan Ko Promotor Dr Eng Risa Suryana SSi MSi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*