
JoSS, PEKALONGAN – Sedikitnya 1.200 warga di Kota Pekalongan masih bertahan di pengungsian menyusul banjir yang menggenangi pemukiman warga sejak 31 Desember 2022 lalu belum juga surut.
Kasi Kebencanaan BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha mengatakan hingga tadi malam (1/1/2023) pihaknya mencatat jumlah warga terdampak banjir mengungsi mencapai 1.200 orang.
“Iya bahwa per 1 Januari 2023 malam ini, jumlah pengungsi 1.200-an jiwa yang mengungsi di wilayah Kota Pekalongan, di 18 titik pengungsian,” katanya, dilansir dari detikJateng, Minggu (1/1/2023) malam.
Jumlah pengungsi terbanyak di Kecamatan Pekalongan Barat. Sedangkan untuk kondisi genangan air, dilaporkan di sejumlah titik berangsur surut. Namun di Pekalongan Barat terjadi limpasan air Sungai Bremi dan Sungai Meduri.
“Sedangkan untuk genangan secara umum ada penurunan khususnya pada jalan protokol, kemudian di wilayah Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Timur. Namun untuk wilayah Kecamatan Pekalongan Barat ada kenaikan,” jelas Dimas.
“Ada kenaikan karena adanya limpasan di Sungai Bremi dan Sungai Meduri. Sebelumnya hanya satu sungai yang melimpas yakni Sungai Bremi,” lanjutnya.
Khusus di Kecamatan Pekalongan Timur, Kelurahan Degayu juga ada limpasan air sungai. Sedangkan di wilayah lainnya mengalami penurunan ketinggian air yang cukup signifikan.
Terpisah, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyebut sesuai dengan perkiraan BMKG curah hujan ekstrem terjadi pada tanggal 2-3 Januari.
“Kita lihat cuaca masih mendung. Kita berdoa semoga tidak hujan, demikian juga di wilayah Kabupaten Pekalongan, tidak hujan. Meskipun, Kota Pekalongan tidak hujan namun di wilayah Kabupaten Pekalongan hujan lebat maka airnya akan turun ke Kota Pekalongan,” kata Afzan, Minggu sore.
“Ya mudah-mudahan sesuai perkiraan BMKG saja maksimal tanggal 2-3 curah hujan ekstrem betul-betul berhenti, sehingga bisa memaksimalkan fungsi pompa air untuk mengurangi genangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, banjir merendam 16 kelurahan dari 4 kecamatan. Ratusan warga pun mengungsi di 11 titik pengungsian, sejak malam pergantian tahun.
Dimas mengatakan, banjir merendam 4 kecamatan yaitu Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, dan sebagian wilayah Pekalongan Timur. Banjir juga menggenangi beberapa ruas jalan protokol dan jalan-jalan dalam kota.
Berikut data banjir di Kota Pekalongan yang melanda 4 kecamatan:
1. Kecamatan Pekalongan Utara
Di Kelurahan Kandang Panjang, ketinggian air 10-25 cm
Di Kelurahan Panjang Wetan, ketinggian 15-30 cm
Di Kelurahan Degayu, ketinggian air 20-40 cm
Di Kelurahan Padukuhan Kraton, ketinggian 20-50 cm
Di Kelurahan Krapyak, ketinggian air 15-30 cm
Di Kelurahan Bandengan, ketinggian 20-40 cm.
2. Kecamatan Pekalongan Barat
Di Kelurahan Tirto,ketinggian air 20-60 cm
Di Kelurahan Pasirkratonkramat, ketinggian air 20-60 cm
Di Kelurahan Bendan Kergon, ketinggian air 10-30 cm
Di Kelurahan Pringrejo, ketinggian air 10-30 cm.
3. Kecamatan Pekalongan Timur
Di Kelurahan Klego, ketinggian air 10-40 cm
Di Kelurahan Poncol, ketinggian air 10-30 cm
Di Kelurahan Noyontaansari, ketinggian air 10-25 cm
Di Kelurahan Kalibaros, ketinggian air 10-20 cm.
4. Kecamatan Pekalongan Selatan
Di Kelurahan Banyurip, ketinggian air 20-30 cm
Di Kelurahan Buaran Kradenan, ketinggian air 10-20 cm. (lna)

Leave a Reply