Bakal Dibangun Terowongan, Menteri PUPR Pastikan Tol Bawen – Yogyakarta Tidak Kepras Bukit

PUPR Tol Bawen Yogyakarta
Ilustrasi; Proyek Tol Bawen - Yogyakarta ( PUPR )

JoSS, TEMANGGUNG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Basuki hadimuljono menegaskan pembangunan jalan tol Bawen –  Yogyakarta tidak akan mengepras bukit. Selanjutnya proyek infrastruktur ini akan didesain menggunakan terowongan

“Saya kira tidak ada masalah, pembangunan tol Bawen-Yogyakarta jalan terus,” katanya usai meresmikan proyek penataan kawasan Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung, Sabtu.

Jalan tol Bawen-Yogyakarta direncanakan akan dibangun sepanjang 75,82 kilometer yang melintasi dua provinsi, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 8,77 kilometer.

“Pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, saya tidak ingin mengepras bukit lagi seperti tol Semarang-Solo, maka akan dibuat terowongan,” katanya.

Ia mengatakan dengan menggunakan terowongan akan lebih baik, apalagi di kawasan itu merupakan tempat wisata. “Kita punya hutan kopi hanya tinggal di Banaran itu, kalau itu rusak (dikepras), eman-eman (sayang),” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Ia menyebutkan dalam pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, akan dibangun dua terowongan.

Pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta di wilayah Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung secara bertahap tengah dilakukan pembayaran ganti rugi tanah.

PUPR Daftar Lengkap 6 Seksi Tol Yogyakarta – Bawen, Target Selesai 2025

Sebelumnya, Pemerintah terus meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah. Salah satu yang tengah dikebut saat ini adalah jalan Tol Jogja – Bawen. Jalan tol dengan panjang total 75,82 Km melintang antara dua provinsi yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah.

Jalan Tol Jogja – Bawen merupakan Segitiga Emas Joglosemar dan mendukung Kawasan pariwisata di Yogyakarta khususnya Candi Borobudur yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Super Prioritas dan candi lainnya seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko.

Jalan tol ini nantinya akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah, mendukung pengembangan wilayah yang ada disekitarnya. Selain itu juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya 3 jam menjadi 1,5 jam saja.

Jalan Tol Jogja – Bawen terdiri dari 6 Seksi yaitu:

  1. Seksi 1 JC Sleman – SS Banyurejo sepanjang 8,25 Km.
  2. Seksi 2 SS Banyurejo – SS Borobudur sepanjang 15,26 Km ditargetkan selesai konstruksi tahun 2024 mendatang.
  3. Seksi 3 SS Borobudur – SS Magelang sepanjang 8,08 Km ditargetkan selesai konstruksi tahun 2025 mendatang.
  4. Seksi 4 SS Magelang – SS Temanggung sepanjang 16,26 Km ditargetkan selesai konstruksi tahun 2025 mendatang.
  5. Seksi 5 SS Temanggung – SS Ambarawa sepanjang 22,56 Km ditargetkan selesai konstruksi tahun 2025 mendatang.
  6. Seksi 6 SS Ambarawa – JC Bawen sepanjang 5,21 Km ditargetkan selesai konstruksi tahun 2024 mendatang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*