Anggota DPRD Jateng Yusuf Hidayat Berharap Petani Mudah Dapat Pupuk Dengan Harga Murah

Yusuf Hidayat Berharap Petani Dapat Pupuk Murah
DPRD Jateng, H Yusuf Hidayat meminta Pemprov Jateng agar petani mendapatkan pupuk dengan harga murah, Hal itu disampaikan di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (24/1/2023) (Istimewa)

JoSS, PRINGAPUS – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah H Yusuf Hidayat meminta Pemprov Jateng membantu petani agar mudah mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan dengan harga murah.

H Yusuf Hidayat menuturkan kesulitan para petani saat ini adalah diminta membeli pupuk dalam kemasan paketan yang tidak semuanya dibutuhkan, sehingga harganya mahal.

“Dari yang saya terima laporan dari masyarakat, petani diminta membeli pupuk paketan yang tidak semuanya dibutuhkan sehingga harganya jadi mahal. Jadi ketersediaan pupuk yang sesuai kebutuhan ini masih menjadi masalah. Untuk itu saya harap agar Pemprov Jateng membantu para petani agar dimudahkan dalam mendapatkan pupuk sesuai yang dibutuhkan,” kata politikus Golkar itu.

Yusuf juga meminta Pemprov Jateng mengupayakan lebih keras lagi agar harga hasil panen bisa stabil di pasaran. Dengan demikian akan terhindar dari tengkulak dan membawa keuntungan bagi petani.

Hal itu diungkapkannya, disampaikan di sela-sela acara penanaman jagung dalam rangka ketahanan pangan di Petak 49 Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (24/1/2023).

Hadir mewakili ketua DPRD Jateng, Yusuf berharap para petani mampu memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami pohon yang dibutuhkan masyarakat. Hal itu sekaligus sebagai upaya dalam peningkatan ketahanan pangan.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jaw Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Forkopimda Jateng, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dan sejumlah pejabat terkoit.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengingatkan pemanfaatan kawasan hutan untuk pertanian sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional harus mempertimbangkan adanya pohon penahan air.

Menurutnya, penanaman pohon penahan air penting agar tanah pada daerah tinggi dan kemiringan tinggi, tidak longsor maupun menyebabkan banjir.

“Umpama daerah dengan kemiringan yang tinggi harus ditahan betul, seperti pohon yang sudah ditebang itu akarnya jangan dicabut, karena itu cukup bisa menahan air hingga nanti penanaman dari Perhutani berikutnya. Nah di sela-sela itulah, silakan ditanami. Maka kita mesti juga menjaga alamnya, agar kemudian tidak terjadi banjir,” kata Ganjar.

Dia mengingatkan hal itu, lantaran sebelumnya pemanfaatan kawasan hutan milik Perhutani untuk lahan pertanian di wilayah Kendeng, tidak memperhatikan persentase tegakan atau pohon penahan air. Hampir 90 persen lahan hanya ditanami jagung, tanpa ada tumbuhan keras.

“Saya ingatkan itu karena sudah terjadi di Pati dan Grobogan (pegunungan Kendeng, red). Sehingga kemarin waktu hujan terjadi banjir dan longsor. Untuk petani yang kemarin terdampak bencana, kita sudah punya mekanisme untuk me-recover. Pemerintah ada benih yang bisa dibagikan, lalu ada juga asuransi petani untuk kerugian,” jelasnya.

Sementara terkait penanaman jagung di Petak 49 Hutan Produksi Jragung, Pringapus itu, Ganjar mengapresiasi Polri selaku penggerak. Kegiatan itu diinisiasi Satgas Pangan Polda Jateng bersama Perum Perhutani dan kelompok petani di sekitar Petak 49.

“Bagus ini. Jadi tidak hanya operasinya. Sekarang Polri dengan ekstrakurikulernya kita mendapatkan dukungan. Jadi kalau biasanya kita sambat kepada kepolisian kalau ketika ada operasi satgas pangan, umpama kelangkaan penimbunan, dan sebagainya, tapi hari ini kita dibantu mulai dari penanaman serentak. Luasnya juga cukup signifikan, dan ini kita bisa memanfaatkan lahan-lahan milik Perhutani,” jelas gubernur.

Menurut Ganjar, saat ini masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Maka langkah dari Satgas Pangan Polda Jateng melalui penanaman hutan produktif dengan tanaman tumpang sari, dapat mendorong produktivitas beberapa komoditas. Baik jagung, padi, maupun komoditas lain yang bisa dikembangkan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan penanaman untuk penguatan pangan itu dilakukan serentak seluruh jajaran di Polda Jateng. Totalnya ada sekitar 475 hektare di seluruh wilayah Jawa Tengah. Khusus untuk wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, ada sekitar 15,5 hektare yang ditanami jagung

“Jajaran se-Jateng bersama-sama hari ini 475 hektare. Kegiatan ini untuk memberikan kontribusi penguatan pangan untuk masyarakat kita di wilayah Jawa Tengah. Semoga ini menjadi titik balik untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*