Tokoh Dunia Yang Meninggal di 2022, Termuda Usia 67 Tahun Tewas Ditembak

Dunia Tahun 2022
Shinzo Abe meninggal ditembak saat kampanye untuk pemilihan majelis tinggi parlemen di Kota Nara (Foto: Reuters)

RANGKAIAN peristiwa tak terduga di seluruh dunia terjadi sepanjang tahun 2022 ini, mulai dari perang, bencana dan termasuk kematian pemimpin dunia.

Setidaknya ada empat pemimpin negara yang meninggal sepanjang tahun 2022, baik karena sakit ataupun dibunuh.

Mulai dari kematian Ratu Elizabeth II yang berdampak pada pembaruan atribut kerajaan Inggris hingga pembunuhan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Kematiannya mengejutkan dunia karena penembakan pemimpin di tempat umum sesuatu yang sangat langka di negara tersebut.

 

1. Ratu Elizabeth II, Kerajaan Inggris 1952-2022

Yang pertama adalah wafatnya Ratu Elizabeth II meninggal dunia di usia 96 tahun pada 8 September 2022 atas penyakit kanker sumsum tulang yang ia derita, mengutip The Sun.

Elizabeth II memimpin monarki Inggris selama tujuh dekade hingga akhir hayatnya. Wafatnya sang Ratu tentu membawa perubahan besar bagi Kerajaan Inggris, mulai dari pergantian pemimpin, perubahan simbol kerajaan yang berdampak ke berbagai atribut kenegaraan termasuk gambar di uang poundsterling, hingga dampaknya ke resesi Inggris.

Menurut Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, wafatnya Ratu Elizabeth II ini menimbulkan masalah baru. Seperti hilangnya simbol pemersatu bangsa saat krisis ekonomi, dan sumber inspirasi dan keteladanan, saat bangsa Inggris berjuang mengupayakan inovasi dan kreatifitas. Takhta Sang Ratu kini digantikan oleh Raja Charles III.

 

2. Shinzo Abe, Mantan Perdana Menteri Jepang (2012-2020)

Berikutnya, kabar mengejutkan di pertengahan tahun 2022 adalah kematian Shinzo Abe. Mantan Perdana Menteri Jepang ini tewas dibunuh di tempat umum. Abe, perdana menteri terlama di negara itu, tetap berpengaruh bahkan setelah mengundurkan diri dua tahun lalu karena alasan kesehatan.

Shinzo Abe tewas ditembak oleh Tetsuya Yamagami pada Jumat, 8 Juli 2022 dalam pidato kampanye jelang Majelis Pemilihan Tinggi di kota barat Nara. Abe dinyatakan meninggal dunia di usia 67 tahun pada pukul 17.03 sore waktu setempat setelah upaya transfusi darah oleh tim dokter tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Penembakan Abe telah mengguncang Jepang, salah satu negara teraman di dunia dengan beberapa undang-undang senjata yang paling ketat.

Yamagami, warga Nara berusia 41 tahun itu menyimpan dendam pada kakek Shinzo Abe yang juga mantan Perdana Menteri Jepang, Nobusuke Kishi. Ia menyalahkan Kishi karena telah membawa Gereja Unifikasi ke Jepang, organisasi yang ia yakini telah mencuci otak ibunya hingga bangkrut.

Yamagami mengatakan kepada polisi bahwa dia menyimpan “dendam” terhadap organisasi tersebut karena ibunya telah memberikan sumbangan besar ke gereja, yang telah menyebabkan kehancuran finansial bagi keluarganya.

 

3. Mikhail Gorbachev, Presiden Terakhir Uni Soviet

Tewasnya pemimpin dunia lainnya adalah kematian Mikhail Gorbachev di usianya yang ke-91 tahun. Mantan Presiden Uni Soviet ini dilaporkan meninggal karena penyakit yang lama ia derita, Selasa (30/8).

Dulu, ia merupakan tokoh penting yang mengakhiri Perang Dingin bersama Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher. Atas jasanya itu, Mikhail Gorbachev meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada 1990.

Gorbachev juga cukup vokal dalam mengkritik negaranya sendiri. Sebelum menjadi presiden, ia terus mengkritik sistem Uni Soviet, terutama ketika negaranya menjajah Afganistan pada 1979.

Bahkan, meski tak berniat, ia juga berperan dalam pembubaran Uni Soviet. Hingga ia memasuki usia senja, Mikhail Gorbachev juga tidak takut mengkritik partai Vladimir Putin.

Atas reputasinya yang cukup cemerlang di dunia Barat ini, para pemimpin dunia berbelasungkawa atas kematiannya dan mengenang jasa-jasanya.

 

4. Jiang Zemin, Pemimpin Komunis China

Mantan presiden China, Jiang Zemin meninggal dunia pada usia 96 tahun di Shanghai hari Rabu, 30 November 2022.

Jiang Zemin adalah salah satu tokoh utama dalam sejarah Tiongkok di beberapa dekade terakhir. Dia memimpin Tiongkok yang terbuka dalam skala besar dan mengalami pertumbuhan pesat, setelah protes berdarah Tiananmen Square (1989).

Kematian Jiang Zemin bersamaan dengan beberapa protes paling serius sejak Tiananmen, dengan banyak yang berdemonstrasi menentang pembatasan COVID.

Sebuah pernyataan Partai Komunis China (CCP) mengatakan dia meninggal karena leukemia dan kegagalan banyak organ.

Pernyataan itu menambahkan bahwa dia diakui “sebagai pemimpin yang luar biasa dengan prestise tinggi” dan “pejuang Komunis yang telah lama diuji”. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*