Puluhan Kapal Nelayan dan Rumah di Kampung Nelayan Semarang Rusak Parah Dihantam Gelombang

Kampung Nelayan Semarang
Puluhan Kapal Nelayan Tambak Lorok Rusak Dihantam Ombak (Tangkapan layar youtube Mata Elang)

JoSS, SEMARANG – Puluhan kapal nelayan di Tambak Lorok Semarang rusak dihantam ombak. Tak hanya itu, sejumlah rumah kampung nelayan Semarang di wilayah tersebut juga rusak parah diterjang tingginya gelombang di perairan Laut Jawa pada Rabu (28/12/2022) siang.

Sedikitnya ada 20 kapal nelayan yang berada di kampung nelayan wilayah Tambak Lorok, Kota Semarang, Jawa Tengah rusak parah usai dihantam gelombang tinggi Perairan Laut Jawa pada Rabu (28/12/2022) siang.

Beberapa kapal bahkan patah menjadi beberapa bagian karena kerasnya hantaman gelombang. Total, ada 20 kapal nelayan yang rusak akibat hantaman gelombang tinggi, bahkan 4 di antaranya tidak bisa diperbaiki.

“Yang rusak ada 8 ditambah 12, jadi ada 20 semuanya. Namun yang rusak parah dan tidak bisa diperbaiki itu ada 4 kapal. Jadi kondisinya pecah hancur,” ungkap Ketua Forum Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Wilayah Timur, Suhartono.

Suhartono menjelaskan wilayah Tambak Lorok Semarang yang tidak memiliki tanggul pemecah gelombang menjadi salah satu penyebab rusaknya kapal-kapal nelayan setelah dihantam gelombang tinggi.

Sementara itu akibat gelombang tinggi, sejumlah rumah di Kampung Tambak Lorok roboh, Kamis, (29/12/2022). Akibat gelombang tinggi tersebut setidaknya 12 rumah di RT 1 dan RT 2 di RW 15 Kampung Tambak Lorok Semarang terkena dampak.

Dilansir dari ayosemarang.com, sejumlah warga tengah melakukan pembersihan puing-puing rumah, dan mengevakuasi barang berharga dan perabot rumah tangga. Untuk rincian rumah yang terdampak di RT 1 ada empat rumah dan RT 2 ada delapan rumah.

Endang Susilowati (40) salah seorang pemilik rumah yang terdampak di RT 1/ RW 15 menyampaikan jika gelombang tinggi sudah membanjiri rumahnya. Menurutnya air laut meninggi sekitar pukul 22.00 sampai dini hari.

Air laut yang meninggi itu sampai membanjiri rumahnya dan membuat barang-barangnya porak-poranda.

“Ini karena wilayah Tambak Lorok belum ada pemecah gelombangnya maka ombak besarnya langsung menghantam kapal-kapal milik nelayan hingga rusak parah,” jelasnya.

Sementara itu, para nelayan sendiri sejak beberapa hari lalu memang sengaja memarkirkan kapalnya di Dermaga Tambaklorok dan memilih tidak melaut lantaran gelombang tinggi yang bisa mencapai 3 meter hingga 4 meter.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang telah memperkirakan bahwa cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi di perairan Laut Jawa masih akan terjadi hingga tanggal 30 Desember 2022. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*