Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen Di Wilayah Bawen Rampung, Total UGR Capai Rp282 Miliar

pembebasan lahan tol
Ilustrasi, Pemprov Jateng pada saat menetapkan lokasi pembangunan jalan Tol Jogja Bawen. (Humas Pemprov Jateng)

JoSS, UNGARAN – Progres pembebasan lahan pada proyek pembangunan jalan tol Jogja-Bawen di wilayah Desa Kandangan Kecamatan Bawen telah selesai. Uang ganti rugi (UGR) yang telah diserahkan kepada warga tercampak, mencapai Rp282 miliar.

“Ini yang pertama selesai di wilayah Jawa Tengah untuk proyek tol Yogya – Bawen. Total dana untuk uang ganti kerugian tanah warga yang terkena proyek, mencapai Rp282 miliar,” kata Dirjen Pengadaan dan Pengembangan Tanah Kementerian ATR/BPN RI Embun Sari, saat menyerahkan UGR secara simbolis di aula Kantor Desa Kandangan, Senin (12/12/2022) siang.

Di hadapan seratusan warga terdampak proyek tol, Embun mengimbau, untuk memanfaatkan pembebasan lahan tol uang ganti kerugian dengan baik.

“Jangan untuk hal-hal konsumtif, seperti membeli mobil. Gunakan untuk membeli tanah sebagai investasi karena harganya akan naik setiap tahun,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap, pembangunan jalan tol Yogyakarta – Bawen berdampak baik bagi perekonomian daerah.

Kepala Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Semarang Arya Widya Wasista menjelaskan, pengadaan tanah di Desa Kandangan termasuk trase enam. Dua wilayah lain, yang termasuk trase ini adalah Desa Doplang dan Kelurahan Bawen. Khusus di Kandangan, ada 284 bidang tanah yang disetujui dari hasil verifikasi Lembaga Manajemen Aset Negara dari usulan sebanyak 290 bidang.

“Uang ganti kerugian rencananya diserahkan kepada warga hari ini dan besok,” jelasnya.

Sekedar informasi, jalan tol Yogya – Bawen akan menghubungkan Semarang – Solo. Jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi lalu lintas yang padat di jalan arteri, mendukung kawasan industri di koridor Ungaran – Bawen, serta pengembangan kawasan pariwisata Joglosemar. Jalan tol ini direncanakan akan memiliki 4 interchange dan beroperasi pada tahun 2023.

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) Jalan tol Yogyakarta – Bawen pada Rabu (30/3) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hedy mengatakan, pembangunan jalan tol yang melintas di dua provinsi tersebut akan meningkatkan konektivitas Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Pembangunan jalan tol ini juga akan memperkuat posisi Yogyakarta dalam industri khususnya pariwisata yang sedang tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga akan meningkatkan peran Yogyakarta sebagai daerah untuk perkembangan ekonomi di Pulau Jawa bagian Selatan,” ujarnya.

Dengan nilai investasi yang cukup besar senilai Rp. 14,26 triliun, Dirjen Bina Marga menyebutkan, pembangunan jalan tol ini harus mampu memberikan dorongan perkembangan ekonomi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan oleh PT. Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang dibentuk oleh konsorsium pemenang lelang.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Triono Junoasmono dalam laporannya mengatakan, jalan tol ini terdiri dari enam seksi yaitu Seksi I Sleman – Banyurejo (8,25 Km), Seksi II Banyurejo-Borobudur (15,26 Km), Seksi III Borobudur-Magelang (8,08 Km), Seksi IV Magelang-Temanggung (16,46 Km), Seksi V Temanggung-Ambarawa  22,56 Km, Seksi VI Ambarawa-Junction Bawen Tol Semarang-Solo (5,21 Km).

“Untuk Seksi I ditargetkan selesai konstruksi pada kuartal 4 2023. Secara keseluruhan, jalan tol ini ditargetkan dapat tersambung seluruhnya secara bertahap pada kuartal 4 2024,” terang Triono.

Jalan tol dengan total panjang 75,82 Km ini merupakan konsorsium PT Jasa Marga Persero Tbk. PT Adhi Karya Persero Tbk, PT PP Persero Tbk, PT Waskita Karya Persero Tbk dan PT Abipraya Persero. Jalan Tol Yogyakarta – Bawen melintasi dua wilayah yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 68,17 Km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 7,65 Km.

Terdapat empat simpang susun dan satu junction yang akan di bangun pada jalan tol ini. Dimulai dari Junction Bawen, Simpang Susun Ambarawa, Simpang Susun Temanggung, Simpang Susun Magelang hingga Simpang Susun Banyurejo yang akan terhubung dengan junction Sleman Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dan akan terkoneksi dengan jalan tol Solo – Yogyakarta – Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*