
BERKUNJUNG ke Kabupaten Brebes jangan lewatkan untuk menikmati seduhan teh hitam di Agrowisata Kaligua.
Kebun teh peninggalan Belanda ini memiliki panorama alam yang begitu indah. Dengan latar belakang Gunung Slamet plus udara sejuk dan segar. Bahkan salah satu tokoh konsesi Belanda, De Jong, disemayamkan di lokasi Kebun Kaligua.
Wisata agro Kaligua berada kaki Gunung Slamet di lereng bagian Barat Daya. Secara administratif masuk wilayah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
Berada di ketinggian antara 1.200 – 2.050 Mdpl, suhu udara di sini tentu terasa sejuk. Di musim penghujan suhu mencapai 8-22 °C. Sedangkan di musim kemarau akan lebih dingin, yaitu berkisar 4-12 °C.
Maka tak heran, jika Kaligua sering diselimuti kabut tebal. Jadi jangan kecewa kalau tidak bisa kalau tidak bisa memandang panorama alam seluas-luasnya. Namun akan tergantikan dengan suasana misty berkabut.
Memasuki wisata Kaligua, Anda akan disambut dengan cangkir raksasa bertuliskan “Teh Kaligua”.
Kanan kiri jalanan yang tadinya dipenuhi pohon pinus, mulai berganti dengan hamparan perkebunan teh.
Tak hanya kebun teh, Kaligua juga menawarkan berbagai wahana yang menarik. Seperti flyingfox, dan gazebo untuk menikmati pemandangan. Dan masih banyak lagi paket wisata lainnya.
Jauh-jauh wisata ke kebun teh, kurang afdol kalau tidak mencicipi seduhan tehnya. Teh hitam merupakan jenis teh yang ditanam di area ini.
Anda bisa melihat dari dekat proses pembuatan teh hitam khas Kaligua. Mulai dari proses petik, pelayuan daun, penggilingan, sampai proses akhir.
Dan tentunya Anda bisa menikmati kesegaran seduhan teh hitamnya. Rasa tehnya berbeda dengan teh yang biasa Anda minum di rumah.
Menyesap hangatnya teh langsung di lokasi kebunnya. Sambil menikmati suasana indah dan sejuk. Badan, pikiran, dan perasaan hati akan kembali segar.
Belajar Sejarah di Gua Jepang
Perkebunan Teh Kaligua memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Brebes. Mulai dari masa penjajahan kolonial Belanda hingga Jepang.
Gua Jepang merupakan bukti adanya pengambilalihan perkebunan ini oleh Jepang ketika masuk ke Indonesia.
Seperti namanya, Gua ini merupakan gua buatan tentara Jepang dengan panjang 850 meter. Di dalamnya, terdapat beberapa ruangan. Seperti ruangan sidang, ruang tahanan, hingga ruang pembantaian.
Di kegelapan goa ini, kamu masih bisa melihat patung-patung ilustrasi. Patung yag sengaja dibuat untuk menggambarkan situasi pada saat itu.
Sebaiknya, saat berkunjung ke Goa Jepang, kamu ditemani oleh Guide agar tidak tersesat.
Sambil menikmati dinginnya puncak Kaligua, Kamu juga bisa memesan penginapan di lokasi. Penginapan yang ditawarkan juga beragam dari mulai dari 499 ribu hingga 875 ribu permalam.
Untuk menuju ke Agro Wisata Kaligua, Anda bisa melalui Jalur Pantai Utara (Pantura) maupun Selatan (Pansel) Pulau Jawa. Berjarak sekitar 75 kilometer arah selatan Kota Brebes. Waktu tempuhnya sekitar 2 – 2,5 jam berkendara. Kalau sudah tiba di Bumiayu, berarti sudah sekitar 18an kilometer lagi.
Sedangkan dari Purwokerto berjarak sekitar 46 kilometer. Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Menjelang sampai, di rute Panguyangan-Kaligua, kamu akan melewati jalan yang berkelok-kelok. jadi kamu harus berhati-hati di jalur ini.
Agrowisata yang terletak di Lereng Barat Gunung Slamet ini, memiliki banyak wahana untuk dicoba.
Setiap Kawasan menarif harga berbeda. Berikut uraiannya:
Harga tiket masuk (HTM) Kawasan Kaligua: Rp 20.000/orang
Parkir motor: 2.000
Parkir mobil: 5.000
Gua Jepang: Rp 3.000 /orang
Tuk Bening: Rp 3.000
Parkir motor: Rp 2.000
Parkir mobil: Rp 5.000 /orang)
Camping ground: Rp 25.000
Odong-odong: Rp 2.000 /orang
Adapun jam buka, obyek wisata yang dikelola PT Perkebunan Nusantara IX ini buka setiap hari untuk umum. Dari pagi hinga sore hari pukul: 10.00 – 15.00 WIB. (lna)

Leave a Reply