Jelang Libur Nataru Taman Botani Baturraden Segera Dibuka

Taman Botani Baturraden
Taman Botani Baturraden Segera Dibuka untuk menyambut liburan Natal dan Tahun Baru (Dok. Pemkab Banyumas)

JoSS, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas segera membuka Taman Botani Baturraden untuk menyambut liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Saat ini pembangunan taman tersebut memasuki tahap finishing dan sudah mencapai 95% lebih.

Hal itu diungkapkan Bupati Banyumas Achmad Husein bersama Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono saat mengecek proses pembangunan taman botani.

Saat ada kunjungan, beberapa pekerja juga masih tampak merapikan bagian tanaman pada Taman Botani yang dibangun dengan menggunakan dana PEN tersebut. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan Taman Botani akan dibuka akhir tahun ditargetkan pada 20 Desember.

“Progres pembangunan sudah 90% lebih. Tinggal lengkapi tanamannya saja. Sarprasnya sudah semua,” ujar dia seperti dikutip dari laman resmi www.banyumaskab.go.id, Senin (19/12/2022).

Menurut dia, secara keseluruhan Taman Botani sudah bisa disajikan kepada masyarakat. Taman ini yang bisa ditonjolkan adalah pemandangannya. “Jadi ini yang bisa dijual itu viewnya, bukan edukasinya,” lanjut Bupati

Oleh sebab itu, Bupati menyarankan agar nama Taman Botani bisa diubah. “Karena setelah melihat fakta, masyarakat bisa kecewa, nanti ada yang tanya, mana Botaninya,” papar dia.

Diketahui, Taman Botani ini semakin melengkapi objek wisata Baturraden. Nantinya bakal ada empat green house dan hostel, yang bisa menjadi destinasi wisata baru di Banyumas. Proyek tersebut dibiayai menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kabid Pariwisata Dinporabudpar Banyumas Wardoyo mengatakan, teken kontrak pengerjaan proyek dengan kontraktor, dilakukan pada 29 Agustus lalu. “Kontrak 60 hari, berarti sampai 27 Oktober,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Selesai pekerjaan, Wardoyo berjanji segera membuka Taman Botani Baturraden untuk umum. “Jika normal, tidak ada halangan, kami agendakan pada 10 November 2022 sudah bisa dibuka. Kami usahakan begitu.”

Proyek Taman Botani senilai Rp 1,7 miliar itu sempat berhenti karena putus kontrak dengan penyedia jasa. Saat itu, kontraktor tak bisa merampungkan pekerjaan sesuai jadwal.

Kini, proyek itu kembali dilanjutkan. “Untuk pekerjaan, saat ini, memang menyeluruh.” Ia menjelaskan, nantinya, ada empat green house berisi berbagai macam tanaman. Green house pertama berisi tanaman langka. Kedua, tanaman Anggrek. Ketiga untuk Bromelia. Dan green house keempat untuk tanaman jenis kaktus.

Selain tanaman, pada sisi kiri dari arah selatan, nantinya juga bisa digunakan untuk hostel. “Atau, nantinya ada ruang karyawan namun juga bisa dimanfaatkan sebagai hostel. Ada empat yang sejenis itu,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*