JoSS, WASHINGTON – Perusahaan raksasa teknologi Amazon dikabarkan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10 ribu karyawan. Sebelumnya perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 11 ribu karyawan atau 13 persen dari total karyawannya.
Berdasarkan sumber The New York Times Selasa (15/11), PHK kemungkinan dimulai pada awal pekan ini.
PHK tersebut kemungkinan mencakup staf yang bekerja di perangkat Amazon (seperti asisten suaranya Alexa), serta orang-orang di divisi ritel dan sumber daya manusia, menurut laporan itu. Namun jumlahnya karyawan yang terdampak bisa berubah.
Amazon menjadi perusahaan terbaru yang masuk ke deretan perusahaan teknologi yang telah mengumumkan PHK signifikan dalam beberapa pekan terakhir.Pekan lalu, induk Facebook, Meta mengumumkan merumahkan 11.000 karyawan.
PHK dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi dan penurunan tajam permintaan. Padahal, banyak raksasa teknologi menambah staf selama pandemi.
Awal bulan ini, Amazon mengatakan membekukan perekrutan perusahaan “untuk beberapa bulan ke depan,” mengutip ketidakpastian ekonomi dan “berapa banyak orang yang telah kami pekerjakan” dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan dengan cepat menambah jumlah karyawannya saat pandemi lantaran konsumen mengubah kebiasaan dan pengeluaran untuk belanja melalui e-commerce.
Dalam laporan pendapatan terbarunya, perusahaan memperkirakan pendapatannya untuk kuartal liburan akan lebih rendah dari yang diperkirakan para analis.
Sepanjang tahun ini berjalan, saham Amazon telah jatuh lebih dari 40 persen di tengah penurunan pasar yang lebih luas. Berita tentang potensi PHK di berbagai e-commerce global mencuat pada momen yang penting bagi industri ritel, jelang musim belanja liburan.
Terlepas dari ketakutan akan resesi dan tekanan inflasi, Federasi Ritel Nasional AS memperkirakan peningkatan penjualan 6 persen hingga 8 persen dari tahun lalu selama periode belanja liburan.
Sebelumnya, perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 11 ribu karyawan atau 13 persen dari total karyawannya.
Per akhir September, perusahaan mempekerjakan 87.314 karyawan. PHK massal itu merupakan yang pertama kali dilakukan sejak 18 tahun berdiri.
Keputusan itu diambil di tengah lonjakan biaya dan pelemahan pasar iklan. Langkah itu juga serupa dengan yang diambil sejumlah perusahaan teknologi raksasa lainnya, termasuk Twitter dan Microsoft.
Dilansir dari CNNIndonesia, CEO Meta yang juga salah satu orang terkaya dunia, Mark Zuckerberg mengatakan PHK ini merupakan keputusan tersulit yang pernah ia lakukan dalam sejarah Meta.
“Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami sekitar 13 persen dan melepaskan lebih dari 11 ribu karyawan berbakat kami. Kami juga mengambil sejumlah langkah tambahan untuk menjadi perusahaan yang lebih ramping dan lebih efisien dengan memangkas pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga kuartal I,” katanya seperti dikutip dari website resmi perusahaan.
Ia mengatakan semua karyawan akan segera mendapatkan email yang memberi tahu apa mereka kena PHK atau tidak. Setelah itu, setiap karyawan yang terkena dampak PHK akan mendapat beberapa hak. (lna)

Leave a Reply