JoSS, KALTIM – Pemerintah mengejar penyelesaian perumahan pekerja konstruksi sejumlah infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN). Bangunan tersebut akan terdiri dari beberapa menara 4 lantai untuk menampung sekitar 16 ribu pekerja.
Untuk diketahui, pemerintah sedang menyiapkan pembangunan tahap awal IKN Nusantara. Fase pertama pembangunan ibu kota negara baru ditargetkan rampung pada 2024.
Presiden Jokowi menargetkan kantor-kantor pemerintahan pindah ke IKN Nusantara pada awal 2024. Dia berharap upacara HUT kemerdekaan RI ke-79 akan digelar di IKN Nusantara.
“Kita ingin memanusiakan pekerja yang bekerja di IKN dan untuk itu harus dibangun hunian yang layak,” ujar Kepala Urusan Unit Pejabat Pembuat Komitmen Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II Ari Nugroho di Kalimantan Timur, seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/11/2022).
Hunian tersebut akan mengusung konsep bangunan hijau yang mampu menampung sebanyak mungkin air hijau serta panas matahari menggunakan panel surya.
Bangunan tersebut akan terdiri dari beberapa menara 4 lantai untuk menampung sekitar 16 ribu pekerja. Pemerintah juga akan melengkapi bangunan tersebut dengan dengan ruang rapat dan bangunan pendukung lainnya.
Pembangunan hunian pekerja konstruksi IKN ini, merupakan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) 10 Maret 2022 yang meminta agar pelaksanaan pembangunan harus menghindari terjadinya kerumunan baru di lokasi IKN.
Pembangunan infrastruktur di IKN akan memicu mobilisasi tenaga kerja konstruksi (TKK) yang masif dan estimasi jumlah pekerja konstruksi yang akan terlibat dalam pembangunan IKN sebanyak 233 ribu orang.
“Mobilisasi yang masih tersebut memerlukan hunian untuk TKK beserta fasilitas sosial dan fasilitas umum dalam skala besar,” ujarnya.
Ratusan ribu pekerja tersebut akan mengerjakan sejumlah proyek mulai dari pembangunan istana negara, gedung DPR RI, kementerian, lembaga negara, hingga rumah menteri yang akan mendatangkan hampir ratusan ribu tenaga kerja dari luar wilayah Penajam Paser Utara.
Pembangunan akan menggunakan sistem konstruksi yang fleksibel atau dapat dibongkar/dipindah dengan sedikit material yang terbuang dan dilanjutkan pemanfaatannya untuk jangka panjang dengan fungsi sesuai kebutuhan.
Pemerintah menargetkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dihuni 200 ribu orang penduduk. Jumlah diharapkan terus meningkat sepanjang pembangunan hingga 2045.
Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono mengatakan jumlah itu akan terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, pekerja, dan penduduk lokal.
“Kira-kira 200 ribuan penduduknya ya. Penduduknya itu di 2024 itu 200 ribuan. Itu termasuk yang penduduk lokal, pekerja, pendatang tadi,” kata Bambang setelah rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Bambang memastikan IKN Nusantara tak hanya diisi oleh ASN dan Polri. Pemerintah akan mengakomodasi tenaga kerja di sejumlah bidang, seperti guru untuk bidang pendidikan dan perawat di bidang kesehatan.
Dia berkata pemerintah akan memastikan IKN Nusantara punya populasi yang cukup. Menurutnya, hal itu penting untuk menarik investasi.
“Artinya, kita juga akan membuat populasi yang cukup untuk investor untuk berusahalah,” ujarnya.
Bambang berkata penambahan populasi penduduk tak akan mengganggu konsep IKN Nusantara sebagai kota hijau. Pemerintah hanya akan membangun 25 persen dari seluruh wilayah IKN Nusantara.
“Kan 25 persen yang dibangun. Dari 75 persen itu, hanya 5-10 persen untuk hijau, sisanya yang 65 persen itu jadi hutan. Namanya juga kota hutan ya, kota rimba raya, dan itu tetap kita pertahankan,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply