Keindahan Masjid Raya Sheikh Zayed, Magnet Baru Wisata Religi di Solo

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

KOTA Solo kini memiliki ikon baru yakni Masjid Raya Sheikh Zayed. Masjid dengan ornamen mirip salah satu masjid termegah di dunia, Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA), ini digadang bakal menjadi magnet bari wisata religi.

Pembangunan masjid itu berawal dari saat Pangeran UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, selain meneken beberapa kerja sama dua negara, pangeran juga berjanji menghadiahi atau memberi hibah kepada Jokowi sebuah masjid yang rencananya dibangun di kota kelahiran Presiden di Solo.

Pemerintah kemudian mulai melakukan pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang merupakan simbol persahabatan Indonesia dengan UEA, di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Desember 2020.

Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed berkonstruksi dan ornamen bangunan Negara Timur Tengah, di Jalan Ahmad Yani Gilingan kini telah selesai. Masjid yang menempati lahan sekitar 3 hektare itu, telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, acara peresmian masjid termegah di Indonesia tersebut dihadiri oleh Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan bersama pejabat negara di UEA.

Masjid Raya Sheikh Zayed yang sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi melalui penandatangan kedua negara dan kini milik Pemerintah Indonesia. Pengelolaan masjid ditangani oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, sehingga Kota Solo kini memiliki ikon baru, yakni Masjid Raya Sheikh Zayed.

Bahkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir acara peresmian mengaku baru pertama masuk di Masjid Raya Sheikh Zayad di Solo itu, ternyata indah sekali.

“Saya masuk baru pertama Masjid Sheikh Zayed di Solo sangat indah dan Jawa Tengah sangat bangga memiliki masjid yang megah ini,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Masjid Raya Sheikh Zayed ini diharapkan, selain bisa menjadi tempat ibadah, juga menjadi pusat untuk memoderasi segala hal, termasuk untuk pusat orang berdiskusi, ngobrol, dan fungsi utama ibadah. Masjid Raya Sheikh Zayed ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 4.000 orang itu.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa menyampaikan Masjid Raya Sheikh Zayed bisa menjadi salah satu tujuan wisata religi di daerah itu.

Hadiah masjid megah itu ada konsekunsinya bagi pemerintah dan masyarakat, yakni harus bisa merawat masjid seperti aslinya di Abu Dhabi UEA, yang tentunya membutuhkan biaya tidak murah. Hal itu, termasuk kesadaran masyarakat dalam menjaga perilaku agar masjid bisa terawat dengan baik.

Sebagai wisata religi maka biasanya akan ada orang yang berjualan makanan dan lainnya. Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta berharap tempat untuk ibadah ini tidak boleh ada yang berjualan makanan.

Masjid Sheikh Zayed merupakan tempat ibadah sehingga masyarakat yang datang ke tempat itu harus menaati aturan, termasuk mematuhi aturan mana yang boleh untuk semua orang dan yang tidak boleh.

Masjid itu, terbuka untuk umum dan pemerintah daerah tidak bisa melarang siapapun yang mau masuk yang tujuannya tidak hanya melaksanakan ibadah. Bisa jadi pengunjung hanya datang untuk swafoto dan sebagainya.

Hal tersebut tentu dipikirkan oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, soal struktur yang lain, termasuk transformasi orang-orang ahlinya terkait merawat taman, listrik, keamanan dan sumber daya manusia (SDM) lainnya harus dipersiapkan.

Pemerintah Kota Surakarta dan masyarakat secara umum merasa terima kasih dan bangga dengan pemerintah pusat yang sudah mewujudkan hadiah untuk Jokowi ini di Kota Solo. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*