PEMILIK baru Twitter Elon Musk bakal menerapkan aturan baru. Dalam aturan tersebut, tidak semua akun yang telah diverifikasi sebelumnya mendapatkan label resmi dari Twitter.
Untuk diketahui, Twitter akan meluncurkan label resmi untuk akun terverifikasi tertentu bersamaan dengan peluncuran layanan berbayar untuk akun centang biru seharga $8.
Eksekutif pengembangan produk Twitter, Esther Crawford menyampaikan pada Selasa (8/11/2022) bahwa yang akan menerima label resmi tersebut ialah termasuk akun pemerintah, media besar dan tokoh masyarakat.
“Akun yang akan menerima (label) termasuk akun pemerintah, perusahaan komersial, mitra bisnis, outlet media besar, penerbit dan beberapa tokoh masyarakat,” kata Crawford, seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (9/11/2022).
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa tak semua akun yang terverifikasi akan mendapatkan label resmi dan label tersebut tak diperjualbelikan. “Tidak semua akun yang diverifikasi sebelumnya akan mendapatkan label ‘resmi’ dan label tersebut tidak tersedia untuk dibeli,” ujarnya.
Crawford juga mengonfirmasi bahwa Twitter Blue yang diperbarui, untuk akun dengan centang biru, tidak akan memverifikasi identitas pengguna dengan kartu identitas atau materi.
Perubahan terbaru seputar verifikasi Twitter ini terjadi usai platform raksasa itu berada di bawah kepemilikan Elon Musk. Pada (1/11/2022), Musk merancang Twitter dengan tanda centang biru berbayar untuk membantu mengidentifikasi pengguna asli dan akan berpengaruh kepada pelanggan layanan premium.
“Sistem tuan dan tani Twitter saat ini untuk siapa yang memiliki atau tidak memiliki tanda centang biru adalah omong kosong. Kekuatan untuk rakyat! Biru seharga $8/bulan,” tulis Musk.
Layanan premium telah diluncurkan selama akhir pekan ini. Twitter mengatakan dalam pembaruan untuk perangkat Apple iOS pada Sabtu (5/11/2022) bahwa setiap pengguna yang mendaftar sekarang ke layanan premium Twitter Blue akan mendapatkan centang biru.
Fitur lain yang dijanjikan sebagai bagian dari perbaikan layanan premium yakni termasuk iklan, kemampuan untuk mengunggah video yang lebih panjang dan prioritas konten yang diunggah dalam platform.
Meski begitu, New York Times melaporkan bahwa perusahaan itu telah menunda peluncuran proses verifikasi baru Twitter sampai setelah pemilihan paruh waktu AS. Muncul juga kekhawatiran bahwa akun terverifikasi palsu dapat muncul menyamar sebagai politisi atau organisasi berita.
Sebelumnya diberitakan, Twitter Inc meluncurkan layanan langganan dengan biaya US$8 atau sekitar Rp125 ribu sebulan yang termasuk mendapatkan tanda verifikasi centang biru. Pembaruan ini sekarang hanya ditawarkan di versi terbaru App Store buat para pengguna produk iOS Apple.
Dalam deskripsi di laman pembaruan perangkat lunak untuk gawai iOS Apple, Twitter menulis siapa yang ‘mendaftar sekarang’ bisa mendapatkan centang biru di samping nama akun ‘seperti para selebriti, perusahaan dan politisi yang sudah Anda ikuti’.
Tanda centang biru di akun Twitter seseorang artinya perusahaan ini sudah mengonfirmasi akun tersebut milik seseorang atau perusahaan yang mengklaimnya.
Reuters menjelaskan, menurut notifikasi iOS, keuntungan lainnya membayar langganan ini adalah mendapatkan ‘setengah iklan’, bisa mengunggah video durasi lebih lama dan rangking prioritas untuk konten berkualitas.
Bos baru Twitter, Elon Musk, sudah berkicau tentang layanan langganan berbayar pada pekan ini. Strategi ini merupakan upaya membuat Twitter mengurangi ketergantungan pada iklan. (lna)

Leave a Reply