
KABUPATEN Kebumen, Jawa Tengah menyimpan keindahan pantai pasir putih dan surga bagi peselancar yakni Pantai Menganti. Menyajikan panorama Tebing Bidadari hingga mengajak untuk berselancar ini membuat siapa saja jatuh cinta berkali-kali akan keindahannya.
Dilansir dari detiktravel, surga tersembunyi di pesisir selatan itu terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, atau sekitar 43 km ke arah barat daya dari Alun-alun Kebumen. Pantai ini dibuka untuk kunjungan wisatawan sejak 2011 silam.
Pengunjung yang akan menikmati liburan di pantai ini bisa melalui jalur Kecamatan Gombong atau Rowokele ke arah selatan menuju Kecamatan Ayah. Jalan berliku-liku naik turun serta kontur perbukitan membuat perjalanan akan semakin berkesan.
Setibanya di lokasi, pengunjung akan dimanjakan dengan panorama menakjubkan yang tiada duanya di pesisir selatan Kebumen. Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada.
“Tiket masuk Rp 20 ribu per orang, itu include asuransi plus parkir sama naik shuttle. Menganti kan ada dua tempat, di pantainya sama yang di bukit, tempatnya jauh kita fasilitasi mobil gratis antar jemput,” kata pengelola Pantai Menganti, Tunisman dilansir dari detikJateng.
Jika cuaca cerah, pengunjung akan disuguhkan dua fenomena alam sekaligus yang menakjubkan yakni sunset dan sunrise. Untuk menikmati sunset, pengunjung bisa naik ke Bukit Si Gatel yang menjulang tepat di sebelah utara bibir pantai. Sedangkan sunrise bisa dilihat dari bukit atau semua sudut pantai.
“Sunrise bisa dilihat langsung dari pantai, kalau mau lihat sunset bisa dari atas Bukit Si Gatel,” lanjutnya.
Dari atas bukit, kita juga bisa melihat garis pantai yang melengkung menawan, begitu pula sebaliknya, bukit karst yang menjulang indah terlihat sangat mempesona dari bibir pantai.
Di kaki bukit nampak tenda-tenda berjajar rapi tempat para penikmat keindahan pantai menginap seakan ingin berlama-lama dimanjakan dengan cantiknya alam yang sungguh elok. Bagi pengunjung yang ingin bermalam namun tak bawa tenda, di obyek wisata itu juga disediakan penginapan dengan harga terjangkau.
“Kalau mau yang nginep bawa tenda sendiri gratis, kalau sewa tenda lengkap satu set Rp 100 ribu. Kalau nginep di villa ada yang Rp 250 ribu, Rp 300 ribu, Rp 500 ribu tergantung kamarnya,” sebutnya.
Destinasi wisata yang sempat terpuruk karena pandemi COVID-19 itu mulai bangkit. Ribuan pengunjung kini memadati seluruh sudut spot foto setiap pekannya. “Kalau hari Sabtu sekitar 2.000-an pengunjung, kalau hari Minggu bisa sampai 5.000. Hari biasa ya 500 sampai 1.000-an,” ucap Tunisman.
Tak hanya pantai dengan batuan kerikil serta latar Tebing Bidadari yang menakjubkan, di sisi lain obyek wisata ini juga menyajikan pantai berpasir putih yang juga nyaman untuk berselancar. Tempat outbound serta berbagai spot foto cantik juga ditawarkan menambah sempurnanya keindahan alam di Pantai Menganti.
“Untuk spot foto ada pantai pasir putih, Tebing Bidadari, Taman Menguneng, Tanjung Karang Bata, Jembatan Merah. Yang di pantai pasir putih juga bisa untuk surfing atau berselancar. Justru Menganti itu lahir dari para surfer, pengunjung mancanegara mayoritas peselancar. Bagi yang mau selancar kami pinjami papan selancar gratis,” kata Tunisman menjelaskan.
“Harapannya Menganti bisa jadi wisata unggulan khususnya di Kebumen dan umumnya Jawa Tengah dan bukan hanya menjadi lokasi wisata lokal tapi mudah-mudahan bisa menjadi wisata internasional. Yang terpenting harapan kita itu minimal bisa memberdayakan masyarakat sekitar,” sambungnya. (lna)

Leave a Reply