Longsor Tutup Aliran Sungai, Luapan Air Banjiri Objek Wisata Bendina Hill Purbalingga

Bendina Hill
Bendina Hill kebanjiran. (Foto: Pokdarwis Karangreja)

JoSS, PURBALINGGA – Objek wisata Bendina Hill yang ada di Kecamatan Karangreja Purbalingga masih terendam banjir sejak Selasa (25/10/2022). Banjir disebabkan longsor yang menutup aliran sungai Gencol sehingga airnya mengalir ke objek wisata alam ini hingga Kamis (27/10/2022).

Kepala BPBD Purbalingga Umar Fauzi mengatakan alat berat rencananya akan dikerahkan untuk pengerukan sungai di dekat Bendina Hill.

“Bendina Hill masih sama debit air sungai cukup tinggi sehingga air yang berbelok ke objek wisata masih mengalir,” kata Umar Fauzi dilansir dari detikJateng, Rabu (26/10/2022).

Umar mengatakan alat berat sudah dikerahkan ke lokasi. Rencananya material longsoran yang masuk ke sungai akan dikeruk sehingga debit air kembali lancar.

“Alat berat sore akan diturunkan untuk mengeruk material yang menutup air. Kalau sudah mulai surut ekskavator akan turun ke badan sungai untuk membuang material karena kalau manual sangat susah,” ujarnya.

Dia menyebut kendala di lokasi adalah longsoran material tanah yang masuk ke sungai. Hal itu, kata dia, yang menyebabkan beloknya aliran sungai ke objek wisata.

“Material cukup banyak. Ketinggian 7 meter panjang 15 meter yang menutup sungai, sehingga aliran sungai belok kanan masuk ke Bendina Hill,” tuturnya.

Selain itu, karena hujan masih turun di sekitar Karangreja kendala lain adalah debit air sungai masih cukup tinggi. Tim akan bergerak dengan alat berat jika air sudah mulai surut.

“Ekskavator sudah siap, tinggal menunggu air agak surut soalnya ini debit airnya masih tinggi,” pungkasnya.

Kronologisnya, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan longsor di sejumlah daerah, termasuk bukit di Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Akibatnya air berasal dari bukit yang longsor dan menutup aliran Sungai Gencol yang merupakan hulu sungai klawing.

“Banjir tadi sekitar pukul 17.30, bukit diatas objek wisata longsor terus tanahnya menutup aliran Sungai Gencol jadi air meluap ke Bendina Hill,” kata Anggota Pokdarwis Karangreja, Sofyan, Selasa (25/10/2022).

Menurutnya ketinggian air yang masuk ke objek wisata cukup tinggi. Karena menurutnya aliran sungai berbelok akibat badan sungai tertimbun tanah longsor. “Ketinggian air sungai sangat tinggi, kalau yang masuk ke wisata kira kira selutut orang dewasa,” ujarnya.

Derasnya air yang meluap, kata Sofyan, membuat beberapa fasilitas dan peralatan hanyut terbawa air. Selain itu fasilitas bangunan juga beberapa roboh. “Tenda-tenda terbawa air, bahkan pagar objek wisata jebol karena luapan sungai cukup deras,” ungkapnya

Sampai saat ini, objek wisata masih tergenang banjir. Hujan di area bencana juga masih cukup deras. “Masih hujan deras disini, air belum ada gambaran akan surut,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*