Keluarga Korban Salah Tembak di Texas Berharap Jenazah Novita Segera Dipulangkan

salah tembak
Novita Kurnia Putri, WNI korban salah tembak di AS. (Tangkapan Layar Fb Novita)

JoSS, SEMARANG – Keluarga Novita Kurnia Putri, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban salah tembak di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, berharap jenazah almarhumah bisa dipulangkan untuk dimakamkan di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kerabat Novita Kurnia Putri, Rifai Idris di Semarang, Selasa, mengatakan keluarga belum memperoleh kabar tentang kepastian pemulangan jenazah almarhumah. “Belum ada kepastian, katanya masih proses,” kata paman almarhumah Novita itu, seperti dilasnir dari Antara.

Keluarga, katanya, tidak mengetahui secara pasti penyebab lamanya proses pemulangan jenazah Novita. Ia menuturkan keluarga berharap jenazah Novita bisa dibawa pulang untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Kota Semarang.

Ia mengatakan suami Novita, Robert Brazil Jr sudah menghubungi keluarga yang tinggal di Pudakpayung, Kota Semarang.

Ia menjelaskan Novita sudah sekitar 1,5 tahun hidup di Amerika Serikat untuk mengikut suaminya yang berprofesi sebagai Angkatan Udara itu.

Novita menjadi korban penembakan salah sasaran di San Antonio pada 4 Oktober lalu. KJRI Houston langsung menangani kasus tersebut.

“Peristiwa tersebut terjadi pada 4 Oktober 2022 di San Antonio, Texas, kurang lebih 3 jam dari tempat saya berada di Houston, dan yang menjadi korban WNI atas nama Novita Kurnia Putri (NKP). Pihak KJRI Houston setelah mendapatkan laporan tersebut langsung menuju ke TKP dan telah bertemu dengan suami korban WN Amerika,” kata Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Houston Mohamad Kamal kepada wartawan, Minggu (9/10).

Sebelumnya, Pemerintah melalui KJRI Houston akan memfasilitasi pemulangan jenazah Novita Kurnia Putri, WNI yang menjadi korban salah tembak di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari mengatakan, kepastian bahwa Novita merupakan warga Semarang, sampai saat ini masih menindaklanjuti informasi tersebut.

“Kita belum tahu banyak, yang terinfo bukan Pekerja Migran Indonesia. Jadi tidak terdata di BP2MI,” kata Roselasari.

Menurut dia, pihak Disnakertrans hingga saat ini masih berkomunikasi dengan sepupu korban bernama Fransisca. Namun berdasarkan informasi yang didapat, keluarga korban merupakan keluarga kurang mampu. Saat ini jenazah korban masih diautopsi dan sertifikat kematian akan terbit setelah proses autopsi ini selesai.

“Jadi untuk proses pemulangan jenazah masih menunggu sertifikat kematian,” ujar dia.

Kepala Disnaker Kota Semarang, Sutrisno mengaku masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat jika memang jenazah Novita akan dipulangkan ke Semarang. Pihak Disnakertrans Jateng yang mengurus pemulangan jenazah Novita maupun validasi data alamatnya.

“Kita masih sebatas koordinasi dengan Disnakertrans Jateng. Mengenai hal lain-lainnya yang berwenang pusat, kalau jenazah sudah di Indonesia, baru kami ikut bergerak,” kata Sutrisno. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*