
KASUS gangguan gagal ginjal akut pada anak terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah telah membuat sejumlah kebijakan di antaranya menarik peredaran obat bentuk cair atau sirop di seluruh Tanah Air.
Setidaknya ada 5 indikasi atau gejala yang muncul dalam kasus ini, jika anak Anda mengalami gejala gagal ginjal akut segera dilakukan penanganan di rumah sakit.
Kelima indikasi rawat inap tersebut, diungkapkan Kemenkes lewat surat edaran Kemenkes bernomor SR.01.05/III/3461/2022 rentang Penatalaksanaan pasien oleh rumah sakit mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Berikut 5 indikasi rawat inap karena gagal ginjal akut menurut Kemenkes :
1. Diare dengan penyulit
2. Sesak
3. Penurunan kesadaran
4. Kejang
5. Urin berkurang atau tidak ada
Anak dengan Kasus Suspek Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Atypical Progressive Acute Kidney Injury segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya fasilitas pelayanan Kesehatan melakukan pemeriksaan laboratorium ureum, kreatinin dan pemeriksaan penunjang lain, serta melakukan observasi.
Selanjutnya bila tidak dapat ditangani dalam 1×24 jam, fasilitas pelayanan Kesehatan harus melakukan rujukan ke Rumah Sakit Rujukan Dialisasi anak
Hingga Jumat (21/10/2022), sudah ditemukan 241 kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau gagal ginjal akut di Indonesia. Dari 241 kasus itu, tingkat fatalitas atau angka kematian mencapai 133 kasus atau mencapai 55%.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 241 kasus gagal ginjal akut itu ditemukan di 22 provinsi di Indonesia. Dari 22 provinsi itu, kasus terbanyak ada di DKI Jakarta dengan jumlah mencapai 57 kasus, dengan angka kematian mencapai 28, 22 pasien dalam pengobatan, dan tujuh pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang sebelum disebut tidak ditemukan kasus gagal ginjal akut ternyata juga turut terdampak. Total ada lima kasus gagal ginjal akut di Jateng, di mana tiga di antaranya berujung kematian dan dua lainnya masih dalam pengobatan. (lna)

Leave a Reply