
JoSS, SEMARANG – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Wilayah Jawa Tengah menelusuri temuan satu kasus gagal ginjal akut misterius pada anak usia delapan bulan di Kabupaten Banyumas. Sementara itu, RSUP Dr Sardjito mencatat 6 pasien meninggal akibat kasus tersebut, 3 dari Jawa Tengah.
Ketua IDAI Jawa Tengah Fitri Hartanto mengatakan ada satu laporan dari Banyumas, yang saat ini sedang dilacak. Dia menuturkan diagnosis gagal ginjal pada pasien anak tersebut sudah tegak.
IDAI Jawa Tengah, ia melanjutkan, masih menelusuri penyebab pasien anak tersebut mengalami gagal ginjal akut. “Ada satu laporan yang tengah kami telusuri. Masih kami cari penyebabnya, apakah juga mengonsumsi obat paracetamol yang ditengarai mengandung etilen glikol,” katanya, seperti dilansir dari Antara, Kamis (20/10/2022).
Ia mengatakan bahwa dokter-dokter anak di wilayah Jawa Tengah telah diminta melaporkan temuan dugaan gagal ginjal akut pada anak serta mengecek apakah pasien punya riwayat terserang COVID-19, gangguan saluran pernafasan, maupun saluran cerna.
Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan telah mencatat 189 kasus gagal ginjal akut misterius pada anak dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurut data kementerian, gagal ginjal akut misterius terjadi pada anak usia enam bulan sampai 18 tahun.
Sementara itu, kasus enam anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meninggal akibat gagal ginjal akut ternyata tiga anak di antaranya berasal dari Jawa Tengah (Jateng). Ketiga anak asal Jateng yang meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Temanggung, Wonogiri, dan Slawi Kabupaten Brebes.
Hal itu disampaikan Spesialis Nefrologi Anak atau Ginjal Anak RSUP Dr Sardjito, dr Kristia Hermawan, saat menggelar jumpa pers di DIY, Rabu (19/10/2022).
Tercatat hingga saat ini sudah 13 anak yang dirawat akibat gagal ginjal akut misterius, di mana enam di antaranya meninggal dunia, tiga anak dinyatakan sembuh, dan empat anak masih menjalani perawatan.
“Kasus [anak] meninggal [berasal dari] Temanggung, Wonogiri, Slawi [Kabupaten Tegal], Sleman, Piyungan, dan Sedayu. Dari Jogja [meningga] Sleman [usia] 10 tahun 1 bulan, dari Bantul [Piyungan] 11 bulan, dan 7 bulan [Sedayu],” ungkap Kristia.
Kristia menambahkan anak yang mengalami kematian terakhir akibat gagal ginjal akut misterius sebenarnya sudah dilakukan prosedur cuci darah. Meski demikan, terjadi komplikasi pada organ lain hingga menyebabkan kematian.
Kristia mengaku pasien anak yang datang ke RSUP Dr Sardjito sudah dalam kondisi gagal ginjal derajat berat. Kemudian yang meninggal dunia usianya kebanyakan di bawah lima tahun.

Leave a Reply