JoSS, MALANG – Gilang Widya Pramana atau dikenal dengan Gilang Juragan 99 mengumumkan dirinya mundur dari posisi Presiden Arema FC setelah satu tahun lebih menjadi orang nomor satu di klub Singo Edan.
Keputusan ini diambil pasca tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu yang menewaskan 135 yang sebagian besar korban dari Aremania.
Untuk diketahui, Kamis (27/10) lalu, Gilang Widya Pramana diperiksa lima jam oleh Penyidik Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur terkait Tragedi Kanjuruhan
“Jujur, saya bangga bagian dari Aremania dan saya bangga jadi bagian dari tim Arema. Saya bangga bisa bawa Arema berprestasi. Di tahun pertama saya bisa membawa Arema juara Piala Presiden itu suatu kebanggaan yang tidak bisa ternilai harganya,” ucap Gilang dalam konferensi pers di kantor Arema FC pada Sabtu (29/10).
“Posisi presiden ini adalah sebenarnya posisi kehormatan yang dimana saya sebagai investor diberikan istilah presiden oleh owner dan oleh direksi dan ini merupakan suatu kehormatan untuk saya,” kata Gilang menambahkan.
Namun, karena kesedihan dan trauma yang mendalam Gilang memutuskan mundur dari posisi Presiden Arema FC per tanggal 29 Oktober 2022.
“Dan karena rasa kesedihan rasa trauma yang mendalam rasa jatuh rasanya. Saya memutuskan untuk istirahat untuk rehat dari dunia sepak bola,” ucap Gilang.
“Dan dengan situasi yang terjadi sekarang ini. Yang terjadi di Arema FC saya merasa Arema perlu sosok yang lebih baik dan dirasa mampu yang bisa membawa Arema ini tim yang solid dan yang kuat, tim yang baik maka per hari ini saya menyatakan saya mundur dari presiden Arema,” kata Gilang menambahkan.
Kamis (27/10) lalu, Gilang Widya Pramana diperiksa lima jam oleh Penyidik Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur terkait Tragedi Kanjuruhan. Insiden tersebut menewaskan 135 orang yang sebagian besar adalah Aremania.
Gilang Widya satu tahun lebih menjadi orang nomor satu di klub Singo Edan. Pertengahan 2021 Arema FC mengambil langkah mengejutkan dengan menunjuk Gilang sebagai presiden klub. Arema mempercayai Gilang duduk di kursi kehormatan selama tiga tahun.
Bukan tanpa alasan klub kebanggaan ‘Kera Ngalam’ itu memilih Gilang. Sosok sebagai pengusaha sukses dan kepemilikan saham Arema menjadi sederet latar belakang yang memuluskan langkah Gilang.
Pria 33 tahun itu lebih dulu dikenal sebagai pebisnis. Gilang mengawali langkah di belantara usaha dagang dengan membuka cucian motor dan bekerja sebagai pemandu wisata.
Setelah usaha cuci motor kian maju, Gilang kemudian merambah ke bisnis keset. Sementara sang istri mulai mendalami bisnis produk kecantikan.
Bisnis lain pun digeluti Gilang, yakni mengelola travel bus yang diberi nama Juragan 99 Trans. Armada Juragan 99 Trans kemudian masuk menjadi salah satu sponsor Rans Cilegon FC milik selebritas Raffi Ahmad.
Sebagai fans Arema, Gilang juga menjadi sponsor tim idolanya tersebut dengan menyediakan bus untuk latihan dan bertanding.
Berawal dari kerja sama tersebut, Iwan Budianto yang sebelumnya merupakan presiden Arema FC dan sekaligus pemilik saham terbanyak klub kemudian mengumumkan Gilang sebagai presiden yang baru pada 6 Juni 2021.
Gilang menyebut alasannya menjadi presiden Arema adalah karena sepak bola merupakan gairahnya.
“Bola itu sudah passion saya. Dari kecil saya suka bola, kebetulan di Arema FC. Saya besar di Malang. Sudah setahun ini ada pembicaraan saya menjadi Presiden Arema,” kata Gilang dalam sebuah konferensi pers virtual jelang Piala Walikota Solo, Jumat (11/6). (lna)

Leave a Reply