
PADA bulan juni 2022 Penulis bersyukur sekali bisa berkunjung ke pulau Karimunjawa, setelah pandemik covid 19 telah mereda. Melalui pelabuhan Jepara penulis melakukan perjalanan menyebrang ke pulau Karimunjawa, perjalanan saat itu sekitar 3 jam menggunakan kapal Bahari Express. Dan sesampai nya di Pelabuhan Karimunjawa di sambut oleh pemandangan laut & perbukitan yang sungguh luar biasa.
Setelah browsing melalui internet ternyata Karimunjawa adalah suatu kepulauan yang sangat indah yang terletak di Utara Pulau Jawa. Bisa dibilang Karimunjawa sebagai surga kecil di Pulau Jawa. Secara Geografis Karimunjawa Secara geografis terletak antara 5o40’39’ – 5o55’00’LS dan 110o05’57”-110o31’15’ BT. Secara administratif masuk wilayah Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Letak Taman Nasional Karimunjawa berjarak 45 mil laut dari kota Jepara atau 60 mil laut dari Semarang.Taman Nasional Karimunjawa.
Ternyata dengan keindahan Pulau – Pulau disekitar nya , Taman Nasional Karimunjawa sangat menarik turis Lokal maupun Internasional. Maka di satu sisi ini bisa menjadi sumber pendapatan atau sumber mata pencaharian penduduk lokal Karimunjawa.
Contohnya : Transportasi Darat, Berdagang (ikan maupun souvenir asli Karimunjawa), Penyewaan Kapal, Penyewaan alat menyelam dan ternyata masih banyak lagi yg bisa digali di Pulau tersebut.
Yang menarik nya lagi , disaat penulis tiba di pulau Karimunjawa ada penduduk yang siap mengantarkan rombongan menggunakan transportasi Mobil . Setelah saya bertanya kepada bapak sopir, ternyata memang kebanyakan di pulau karimunjawa untuk turis yang akan melakukan perjalan darat bisa menyewa mobil beserta sopir . Sehari untuk harga sewa1 mobil antara 350rb – 500rb, dengan kapasitas 1 mobil sekitar 6 sampai dengan 7 orang. Dalam sehari bapak tersebut bisa mengantar sebanyak 3 sampai 4 kali rombongan, bayangkan saja penghasilan mereka sebagai driver dalam sehari. Ini merupakan salah satu dari sekian sumber penggerak ekonomi bagi penduduk lokal Karimunjawa. Dan mungkin bisa jadi kalau kedepannya tambah berkembang lagi , akan banyak turis yang melakukan wisata ke Karimunjawa, hal ini akan menjadi selaras juga dengan pendapatan yang mereka dapatkan.
Selama Melakukan Tour wisata selama 3 hari 2 malam di Taman Nasional Karimunjawa, ternyata banyak sekali sumber penggerak ekonomi penduduk sekitar. Hari pertama wisata menuju ke bukit Love, kemudian hari ke 2 penulis melakukan wisata ke Pulau Menjangan Kecil & Menjangan Besar menggunakan kapal kecil, Lalu hari ke 3 kami terakhir mengunjungi Alun – Alun Karimunjawa. Dan selama 3 hari tersebut banyak yang di amati oleh penulis. Sisi Lain penggerak ekonomi masyarakat lokal tidak hanya berprofesi sebagai driver mobil , Namun ada juga dari persewaan kapal kecil untuk menuju pulau sekitar Karimunjawa (Menjangan Kecil & Menjangan Besar), berdagang, pemanfaatan & pemeliharaan tempat wisata, pemanfaatan fasilitas umum, penghasil souvenir baju & dan ukiran kayu asli Karimunjawa, dari kemitraan dengan Investor untuk membangun resort . Mungkin banyak lagi sumber penggerak ekonomi lainnya yang belum penulis sebutkan.
Namun dengan banyaknya sumber penggerak ekonomi yang ada Pulau Karimunjawa, masyarakat lokal, pemerintah daerah / pemerintah Pusat, turis Indonesia maupun turis dari Luar Negeri harus bijak untuk saling menjaga Keindahan Pulau Tersebut, agar kearifan Lokal tetap terjaga, Pulau Karimunjawa semakin berkembang dengan lebih baik kedepannya, dapat meningkatkan pendapatan penduduk , dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk semuanya, dan menarik banyak investor.
Saya sebagai penulis mengajak semuanya para pembaca artikel ini untuk mengunjungi Pulau terindah yang ada di Kabupaten Jepara ini, yaitu Taman Nasional Karimunjawa, banyak wisata laut yang terindah , dan adalagi juga penangkaran hiu yang berada di Pulau Menjangan. Kalian bisa memacu adrenalin untuk berfoto di dalam kolam hiu. Lalu mengunjungi bukit Love , disana kalian bisa melihat Sunrise atau Sunset dengan pemandangan Pulau Karimunjawa yang luas melalui bukit Love tersebut.(*)
Penulis: Dessy Wahyuningtias, Fakultas Ekonomi, Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply