
PERHELATAN event wisata tahunan Dieng Culture Festival (DCF) 2-4 September 2022 diperkirakan bakal menyedot puluhan ribu pengunjung. Bagi Anda yang hendak ke Dieng, disarankan untuk tidak menggunakan aplikasi Google Maps, karena sangat berbahaya.
Pasalnya, berdasarkan jalur pada Google maps wisatawan akan diarahkan melalui jalur ekstrem.
Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Ragil Irawan mengatakan jika menggunakan Google Maps untuk menuju Dieng dari arah Wonosobo pengendara akan diarahkan melalui jalur Sikarim. Padahal jalur tersebut tidak direkomendasikan untuk dilewati wisatawan.
“Kami minta kepada wisatawan yang akan ke Dieng dari jalur Wonosobo jangan menggunakan Google maps. Karena itu akan diarahkan lewat jalur Sikarim,” kata Ragil, dilansir dari detikJateng.
Dia menambahkan jalur sikarim merupakan jalur alternatif menuju Dieng. melalui pertigaan Kecamatan Garung, Wonosobo. Namun, jalur tersebut tidak direkomendasikan lantaran banyak tanjakan ekstrim dan panjang.
“Kondisinya itu tidak memungkinkan untuk dilewati. Ada tanjakan cukup tinggi dan panjang mencapai 600 meter. Kemarin kami saat cek melalui jalur itu, mesin mobil kami sempat mati. Makanya wisatawan tidak boleh menggunakan jalur itu,” tegasnya.
Kepada wisatawan diimbau untuk melewati jalur besar. Nantinya akan ada petugas di tiap titik untuk memandu wisatawan.
“Imbauannya lewat jalur biasa saja. Berdasarkan surat edaran Bupati Wonosobo, selama DCF ini truk barang sementara dilarang melintas kecuali sembako, dan BBM. Termasuk bus berukuran besar,” terangnya.
Selama pengamanan lalu lintas, Sat Lantas Polres Wonosobo menerjunkan 423 personil yang akan ditempatkan di sepanjang jalur Wonosobo – Dieng.
“Kami akan menempatkan 423 personil di jalur Wonosobo – Dieng terutama di titik-titik kemacetan dan tanjakan ekstrim,” tambahnya.
Wisatawan yang akan menikmati festival di dataran tinggi Dieng tersebut juga diimbau berhati-hati dengan jalan menanjak ekstrem.
Ragil Irawan mengatakan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sedikitnya ada tiga titik tanjakan yang harus diwaspadai wisatawan saat ke Dieng jalur Wonosobo. Di antaranya tanjakan jembatan Bailey, tanjakan gardu pandang, dan jembatan Batu Angkruk.
“Ada beberapa jembatan yang cukup ekstrem dan harus diwaspadai wisatawan. Yakni di jembatan Bailey, gardu pandang, dan jembatan Batu Angkruk,” ujar Ragil.
Dengan kondisi medan tersebut, pihaknya akan menyiapkan petugas di tiap-tiap tanjakan ekstrem. Nantinya, petugas tersebut siap membantu kendaraan jika terjadi kendala di jalur Wonosobo-Dieng.
“Kami sudah menyiapkan tim urai. Bahkan tidak hanya di tanjakan ekstrem. Tim urai ini mulai dari Kertek, Garung, terus di jembatan Bailey, gardu pandang, Batu Angkruk, dan di pertigaan Dieng,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah menyiapkan 20 ganjel dan tiga mobil Derek. Nantinya, akan digunakan jika terjadi kendaraan mogok atau bermasalah di jalur menuju Dieng.
“Kami juga sudah menyiapkan ganjel ada 20. Terus mobil Derek ada tiga yang kami tempatkan di pertigaan Dieng, Batu Angkruk dan satunya di wilayah kota,” sebutnya.
Namun demikian, ia tetap mengimbau kepada wisatawan untuk mempersiapkan kendaraan. Selain banyak tanjakan ekstrem, jalur Wonosobo diprediksi akan menjadi jalur terpadat menuju Dieng.
“Sebagian besar ini wisatawan lewat jalur Wonosobo. Makanya wisatawan harus mempersiapkan semuanya. Baik kesehatan badan, kesehatan kendaraan dan lainnya,” imbaunya.
Sementara itu, Kaurmintu Satlantas Polres Banjarnegara Aipda Hartono menyebut tanjakan Sikelir di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, harus diwaspadai pengendara saat menuju Dieng. Wisatawan dari Banjarnegara dan Pekalongan akan melewati tanjakan Sikelir.
“Bagi wisatawan dari Banjarnegara dan Pekalongan yang lewat jalur Banjarnegara ini harus mewaspadai tanjakan Sikelir. Kerana di tanjakan ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” terangnya.
Selain itu, wisatawan yang mau melalui jalur Batang-Dieng juga harus waspada. Mengingat banyak tanjakan ekstrem. Disarankan hanya untuk pengemudi yang sudah mengenali medan.
“Untuk jalur Batang-Dieng ini juga harus diwaspadai. Kalau belum mengenal medan sebaiknya lewat jalur lain seperti jalur Pekalongan-Kalibening Banjarnegara,” jelasnya.

Leave a Reply