Penyaluran BSU Telah Mencapai 48.3 Persen, Sisanya Pekan Depan

Bantuan subsidi upah
Ilustrasi, Penyaluran BSU Telah Mencapai 48.3 Persen (Desygner)

JoSS, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melaporkan sebanyak 7.077.550 telah menerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp600.000 tahap 1-3. Dengan capaian tersebut, maka progres penyaluran BSU telah mencapai 48,3 persen pekerja dari total 14,6 juta pekerja yang akan mendapatkan BSU 2022.

“Dana BSU 2022 tahap 1-3 sudah tersalurkan sebanyak 7.077.550 pekerja/buruh. Minaker berharap untuk sabar menunggu ya bagi Rekanaker yang belum mendapat BSU 2022,” tulis Kemenaker melalui Twitter resmi dikutip Kamis (29/9/2022).

Adapun, perincian penyaluran BSU adalah pada tahap I sebanyak 4.112.052 orang, penerima tahap II sejumlah 1.607.776 orang dan tahap III sebanyak 1.357.722 orang. Bila mengacu pada target penerima sebanyak 14,6 juta pekerja, artinya masih ada sekitar 7,5 juta pekerja yang masih menunggu penyaluran BSU Rp600.000.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan bahwa pihaknya dalam menyalurkan BSU kepada para pekerja dilakukan secara bertahap.

“Setiap minggu [disalurkan kepada] 1 juta, 2 juta [penerima BSU]. InsyaAllah dalam kurun 1 bulan mungkin, kami dapat selesaikan,” kata Ida dalam keterangan resmi dikutip Kamis (29/9/2022).

Bagi para pekerja/buruh yang BSU-nya belum cair, Kemnaker memberikan sejumlah informasi.

“Pertama, data Rekanaker belum masuk dalam proses penyaluran BSU tahap yang sedang berjalan karena penyalurannya dilakukan secara bertahap,” tulis Kemnaker dalam salah satu postingan Instagramnya resmi Kemnaker @kemnaker, pada 29 September 2022.

Selanjutnya, terdapat dua hal lain yang mungkin menjadi alasan penyebab BSU pekerja belum cair. Yakni: Rekanaker tidak memenuhi pesyaratan sebagai penerima bantuan karena telah menerima program kartu Prakerja, program keluarga harapan, dan bantuan produktif untuk usaha mikro tahun berjalan, serta persyaratan lainnya sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 10 Tahun 2022.

Terakhir, jika data rekening terdapat duplikasi, tutup, tidak valid, tidak sesuai dengan NIK, atau tidak terdaftar, hal tersebut dapat pula menjadi alasan penyebab BSU belum cair.

Adapun sebelumnya, Program ini merupakan bantuan pemerintah berupa subsidi upah bagi para pekerja atau buruh dengan tujuan mempertahankan daya beli para buruh dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akibat adanya kenaikan harga.

Anggaran yang diberikan ialah sebesar Rp 600 ribu kepada pekerja dengan gaji maksimum 3,5 juta per bulan atau senilai dengan upah minimal provinsi (UMP) dan terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pengecekan BSU atau BLT Gaji hanya dapat dilakukan melalui situs resmi Kemnaker https://bsu.kemnaker.go.id/. Bagi pekerja yang merasa berhak mendapatkan bantuan subsidi gaji namun belum menerima, dapat melapor ke manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar data pekerja yang kurang dapat diperbaiki, sekaligus melakukan cross check kelengkapan data diri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta Menaker Ida Fauziyah untuk mempercepat penyaluran BSU terutama untuk wilayah yang jauh dari ibu kota. “Saya akan pantau, tidak semuanya tapi ya, akan saya cek satu per satu,” kata Jokowi dalam keterangan resmi Kemenaker usai meninjau penyaluran BSU di Ternate, Maluku Utara, Rabu (28/9/2022). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*