
JoSS, LONDON – Puluhan ribu orang berbaris di rute yang membawa mendiang Ratu Elizabeth ke tempat peristirahatan terakhirnya di Kastil Windsor pada Senin (19/9/2022) pukul 11.00 waktu setempat.
Para warga melemparkan bunga ke arah mobil jenazah dan bersorak saat meninggalkan ibu kota Inggris setelah pemakaman kenegaraannya.
Ribuan lainnya berdesakan di pusat kota London untuk menyaksikan upacara arak-arakan tak tertandingi yang dihadiri oleh para pemimpin dan bangsawan dari seluruh dunia, akhir yang pas bagi raja terlama Inggris yang memenangkan penghormatan global selama 70 tahun di atas takhta.
Setelah kebaktian, peti matinya yang terbungkus bendera ditarik melalui jalan-jalan yang sunyi dengan kereta meriam di salah satu prosesi militer terbesar yang terlihat di Inggris yang melibatkan ribuan anggota angkatan bersenjata yang mengenakan pakaian seremonial.
Mereka berjalan mengikuti musik pemakaman dari marching band, sementara di latar belakang, Big Ben yang terkenal di kota itu berdentang setiap menit. Raja Charles dan bangsawan senior mengikuti dengan berjalan kaki.
Setelah melalui serangkaian prosesi yang memakan waktu beberapa hari yang dapat disaksikan langsung melalui YouTube resmi Royal Family.
Dari tayangan tersebut, bisa diketahui jika jasad Ratu Elizabeth dibawa ke sebuah bangunan megah bernama Kapel St George. Kapel St George merupakan tempat pemakaman kerajaan di mana suaminya, Pangeran Philip, juga dimakamkan tahun lalu.
Kapel itu adalah tempat bersejarah bagi banyak raja terbesar Inggris. Jenazah Ratu Elizabeth II ditempatkan di sebuah brankas kerajaan yang disebut Kapel Memorial Raja George VI di Kastil Windsor.
Mengacu pada alasan ini, banyak orang bertanya-tanya tentang bagaimana Ratu Elizabeth II dimakamkan. Apakah Ratu juga dimakamkan di tanah?
Dilansir dari Style Castle, Ratu Elizabeth II tak langsung dimakamkan ke dalam tanah. Bahkan, jasadnya tidak menyentuh tanah sama sekali. Akan tetapi, peti matinya akan diturunkan ke dalam lemari besi yang berada di bawah tanah bangunan tersebut. Bukan hanya itu, peti mati Sang Ratu juga akan dilapisi timah yang berguna untuk memperlambat proses pembusukan. Peti berlapis timah ini juga memastikan jika bau jenazah Sang Ratu tak akan keluar dan merusak lingkungan.
Sebagai Ratu yang menjabat sejak 7 dekade terakhir, Ratu Elizabeth II memiliki koleksi perhiasan yang sangat melimpah. Laporan menyebut jika koleksi perhiasan Sang Ratu bahkan mencapai 300 item, termasuk 98 bros, 46 kalung, 34 pasang anting, 15 cincin, 14 jam tangan, dan lima liontin.
Sudah biasa bagi bangsawan untuk dikubur dengan barang-barang berharga mereka. Firaun Mesir misalnya, dimumikan dengan jimat dan permata di samping barang-barang lainnya. Meski demikian, Ratu Elizabeth II “hanya” dimakamkan dengan barang-barang yang lebih sederhana.
Menurut Lisa Levinson, kepala komunikasi di Dewan Berlian Kerajaan, tubuh Ratu akan dikebumikan dengan beberapa harta tak ternilai menurut pribadinya, salah satunya adalah cincin perkawinan. Sementara perhiasan lainnya akan diwariskan kepada Raja dan Ratu di masa depan sehingga tidak ikut dimakamkan.
“Banyak perhiasan yang dia kenakan merupakan bagian dari sejarah negara dan akan diteruskan ke Raja dan Permaisuri di masa depan, selama sisa hidup mereka,” kata salah seorang sumber, dilansir dari bisnis.com.
Salah satu warisan yang tak ikut dimakamkan adalah Mahkota Kerajaan yang berhiaskan emas dan berlian yang selama prosesi diletakkan di atas peti mati Ratu Sebab Mahkota tersebut adalah simbol Kerajaan yang akan kembali digunakan oleh King Charles III, Pangeran William, Pangeran George dan seterusnya. (lna)

Leave a Reply