Virus Covid-19 Sudah Jarang Terdengar, Apa Kabar Dengan Marketplace?

Ilustrasi (freepik)
Virus Covid-19 Sudah Jarang Terdengar, Apa Kabar Dengan Marketplace?
Ekananda Fitriyani, Fakultas Ekonomi, Prodi Ekonomi Islam UNWAHAS Semarang

SITUASI sebelum, saat dan sesudah pandemi covid 19 sangat terasa perbedaannya. Pada situasi sebelum adanya virus covid 19, digitalisasi masih tedengar asing di telinga masyarakat. Pada situasi saat adanya virus covid 19, digitalisasi mulai terdengar dan masyarakat juga harus memaksakan diri untuk beradaptasi dengan keadaan.

Tidak hanya pada ranah sekolah saja yang menerapkan digitalisasi, melainkan banyak sektor yang juga menerapkan digitalisasi terutama pada sektor perekonomian. Pada sektor perekonomian tidak jauh-jauh dari bisnis atau jual beli. Pada saat pandemi marketplace merupakan alternatif utama dalam berbelanja. Bahkan, penjualan di marketplace membutuhkan tidak hanya sekadar menjual. Akan tetapi sebagai penjual harus aktif dalam menarik konsumen dengan cara menggunakan marketing yang sesuai dan dengan media yang mendukung.

Proses marketing atau pemasaran juga melebarkan jangkauannya melalui digitalisasi. Proses pemasaran digital tersebut dilakukan di beberapa media sosial dan media yang lain. Pemasangan iklan atau ads sangat berpengaruh pada penjualan barang.

Lalu apakah setelah pandemi marketplace masih dijadikan sebagai alternatif?

Tentu, marketplace masih dijadikan sebagai alternatif untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan masyarakat berdasar dari data yang tersedia di databoks (2021) pada tahun 2020 pengguna marketplace terutama pada e-commerce shopee dan tokopedia menduduki peringkat tertinggi dengan kunjungan pengguna shopee sebayak 129,3 juta dan pada tokopedia sebanyak 114,67 juta perbulannya. Semakin dikenalnya digitalisasi dan kemudahan-kemudahan yang diberikan. Pada tahun 2022 berdasar dari data yang tersedia di databoks (2022) pada kuartal 1 2022, kunjungan pengguna shopee mencapai 132,8 juta dan pengunjung tokopedia mencapai 157,2 juta.

Peningkatan marketplace tokopedia sangat drastis yang ditunjang tidak hanya dari promosi atau marketing saja melainkan juga dari inovasi terbaru yang diberikan tokopedia kepada konsumen.

Dilansir dari website tokopedia.com  inovasi yang diberikan tokopedia adalah Teknologi memfasilitasi, bukan menghalangi perkembangan. Tokopedia memperluas bisnis dengan berkolaborasi bersama mitra tokopedia untuk berkontribusi terhadap kemajuan teknologi bagi penerapan di dunia nyata.

Inovasi dan promosi juga termasuk dalam poin penting dalam berbisnis agar bisnis tersebut bisa sustainable. Dalam ekonomi islam terdapat juga promosi yang bersifat syariah yang memiliki 4 karakteristik diantaranya ada rabbaniyah, akhlaqiyah, waqi’iyah, dan insaniyah. Selain itu pada marketing ada beberapa strategi yang harus dijalankan sebelum melakukan promosi atau akan melakukan promosi, yang merupakan strategi SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat).(*)

 

Penulis: Ekananda Fitriyani, Fakultas Ekonomi, Prodi Ekonomi Islam UNWAHAS Semarang

Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*