PGRI Perjuangkan Nasib Guru Honorer Menjadi ASN

Guru Honorer Menjadi ASN
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Batang menggelar konferensi kerja tahun ketiga masa bhakti XXII di Gedung PGRI Kabupaten Batang, Kamis (25/8/2022). (foto: batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Batang menggelar konferensi kerja tahun ketiga masa bhakti XXII di Gedung PGRI Kabupaten Batang, Kamis (25/8/2022). Agenda ini membahas sejumlah hal penting di antaranya memperjuangkan nasib guru honorer untuk menjadi ASN.

Konferensi kerja mengambil tema “Bangkit Guruku, Maju Negeriku. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, bahwa konferensi kerja PGRI Kabupaten Batang bertujuan melakukan evaluasi hasil kerja yang sudah dilakukan apa saja, termasuk pengajuan guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pembahasan pengajuan guru honorer penting karena pada tahun 2024 guru tidak bisa dijadikan Outsourcing kecuali pesuruh sekolah masih bisa. Pemkab Batang sendiri akan terus mendukung untuk mendesak pemerintah pusat mengusahakan nasib guru-guru honorer yang sudah bekerja keras mendidik anak-anak kita,” jelasnya, dilansir dari laman resmi pemerintah Kabupaten Batang.

Data-data pengajuan pun sudah dipersiapkan lewat Disdikbud Kabupaten Batang, tinggal menunggu kepastian persyaratan yang dikeluarkan bagaimana.

“Makanya, saya minta untuk PGRI Kabupaten Batang terus mengawal teman-teman guru kita agar dapat bergabung menjadi ASN seluruhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan, konferensi kerja ini digelar setahun sekali. Tujuannya untuk merumuskan program kerja selama satu tahun.

“Program kerja yang dibahas PGRI Batang tentang guru honorer yang kita perjuangkan untuk bisa menjadi ASN semua pada tahun 2024 mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, di Jawa Tengah ada sekitar 120 ribu guru honorer yang harus diperjuangkan. Guru honorer di Kabupaten Batang sendiri masih cukup banyak sejumlah 2.400 orang.

Pengajuan guru honorer dilihat dari persyaratan yang sudah memenuhi aturan yang ada, seperti sertifikasi dan penilaian masing-masing kepala sekolah serta khusus pengabdian yang sudah lama.

“Semoga guru honorer di Kabupaten Batang pada tahun 2024 sudah tidak ada lagi dan sudah menjadi ASN semuanya,” ujar dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*