

Mayoritas penduduk Indonesia beragama islam. Perkembangan kebiasaan di Indonesia banyak dipengaruhi oleh Islam. Islam memiliki dampak yang mendalam terhadap perilaku masyarakat Indonesia, termasuk pola konsumsinya. Contoh paling nyata adalah konsumsi pangan masyarakat.
Menurut penelitian Akyol & Kilinc pada tahun 2016, masyarkat di negara dengan agama yang beragam lebih memperhaatikan halal dan haram dibandingkan muslim di negara mayoritas islam, karena semua dianggap halal.
Masalah ini terjadi karena masyarakat benar-benar peduli tentang nilai dari mengkonsumsi produk halal, tetapi tidak memiliki dasar yang diperlukan untuk menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan tentang status kehalalan suatu produk.
Mayoritas konsumen percaya pada barang halal hanya atas dasar pernyataan penjual atau tanda halal yang dibuat oleh perusahaan makanan. Padahal belum semua makanan sudah bersertifikasi halal.
Saat ini banyak wirausaha yang membuka kedai atau warung dengan lebih mudah menjangkau banyak konsumen, yaitu menggunakan layanan pesan antar (food delivery). Kemudahan layanan ini menguntungkan konsumen dan penjual. Penjual dapat menjangkau pasar yang lebih luas dna konsumen dimudahkan untuk pembelian makanan atau minuman hanya melalui ponsel.
Banyaknya pelaku usaha kuliner di platform food delivery belum terjamin kehalalannya Hal ini karena tidak adanya deskripsi yang menerangkan makanan/minuman bersertifikasi halal atau tidak.
Situasi ini membuka peluang Humas bagi penyedia jasa untuk memberikan informasi dan foto yang jelas kepada konsumen agar tidak salah dalam membeli barang halal atau non halal.
Platform berani yang menawarkan layanan pengiriman makanan harus menjamin kehalalan barang yang disediakan oleh penyedia layanan bersertifikat halal. Sangat penting untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Persyaratan bagi masyarakat halal untuk diberitahu tentang makanan yang akan dikonsumsi.
Kesadaran umat Islam terhadap konsep halal, halal, dan prinsip halal, yang pada akhirnya mengutamakan konsumsi makanan halal. Karena jika memiliki kesadaran yang lebih besar terhadap konsep dan metode halal, seseorang menghargai hal-hal yang mereka konsumsi.(*)
Penulis: Zakiatul Fakhiroh, Fakultas Ekonomi, Prodi Ekonomi Islam UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply