
JoSS, JAKARTA – PDI Perjuangan hari ini, Senin (1/8/2022) resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai peserta Pemilu 2024. Partai pemenang Pemilu 2014 dan 2019 tersebut ingin kemenangan hattrick atau tiga kali berturut-turut. PDIP juga mengungkap makna angka 477.777 kader yang didaftarkan di KPU hari ini.
“Memenangkan hattrick sebagaimana yang diperintahkan Ibu Ketua Umum kami (Megawati Soekarnoputri). Tentu kita tidak bisa berdiri sendiri, tapi harapan untuk hattrick menjadi komitmen kami semua, seluruh jajaran partai, arena itu perintah kongres, perintah Ketua Umum,” tegas Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto, di kantor KPU RI, Senin (1/8/2022), seperti dikutip dari detikNews.
Bambang menyebut pihaknya sudah menyerahkan berkas secara lengkap kepada KPU dan diterima langsung oleh Ketua Umum KPU RI. Selanjutnya berkas tersebut akan dilakukan verifikasi.
“Sudah diterima dengan baik berikutnya akan dilakukan verifikasi oleh KPU. Dan kemudian kalau sudah dinyatakan lolos, partai akan diberitahu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut juga mengungkap makna khusus dari angka 477.777 nama kader yang didaftarkan PDIP ke KPU. Angka yang dipilih tersebut berhubungan erat dengan makna simbolis dari PDIP untuk mewujudkan kemenangan hattrick yang diperintahkan oleh Megawati.
“Kami salah satu yang unik, kami siapkan dengan baik adalah jumlah anggota yang kita daftarkan 477.777. 4 itu adalah gambaran dari kursi yang kita rebut sebagai kuasa elektoral, 77 itu adalah ulang tahun Republik kita,” ujar politikus asal Solo tersebut.
Sedangkan angka 777 di akhir adalah makna simbolis atau harapan yang diambil dari konteks budaya Jawa. Tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu, yang bisa dimaknai sebagai pitulungan (pertolongan), pituduh (petunjuk), pitutur (arahan).
“(Angka 7) yang ketiga (terakhir) karena sebagian kita adalah orang Jawa, kita berharap menerima pitulungan, pituduh, pitutur yang baik untuk membuat pemilu lebih baik,” jelasnya.
Massa PDI Perjuangan (PDIP) melakukan long march dari kantor DPP menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu.
Sementara itu, rombongan PDIP berangkat Senin (1/8) pukul 07.25 WIB dari kantor DPP di Jalan Diponegoro, diiringi drum band berseragam merah dan putih. Selain itu, mereka juga mengenakan pakaian adat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan pimpinan DPP lainnya tampak mengenakan seragam berwarna merah dengan logo partai di sebelah dada kiri.
Long march itu terus berlanjut ketika lima pimpinan DPP masuk ke dalam kantor KPU untuk melanjutkan proses pendaftaran.
Rombongan pun menampilkan lagu yang dinyanyikan oleh sinden dan diiringi permainan angklung. Setelahnya, drum band partai ini kembali memainkan lagu himne PDIP.
Hasto mengungkap alasan partainya untuk melakukan long march adalah sebagai bentuk semangat nasionalisme dan bela negara.
“Apa yang dilakukan oleh [PDIP] Perjuangan selain komitmen terhadap seluruh tahapan Pemilu juga menampilkan pada bulan Agustus ini semangat nasionalisme, patriotisme bela negara, dan juga semangat Indonesia yang berkepribadian dan kebudayaan,” ujarnya pada wartawan, Senin (1/8).
Menurut Hasto, hal itulah yang ingin ditunjukkan lewat rombongan long march ke KPU.
“Total peserta sebenarnya dirancang itu 77 orang, tetapi partisipasi semakin meningkat. Banyak anak-anak muda yang bergabung, kita lihat ada angklung, ada ibu-ibu, yang kemudian membawa pakaian kebaya, ada anak-anak muda sehingga total hampir 300-an saja,” paparnya.
KPU resmi membuka pendaftaran peserta pemilu 2024 bagi partai politik (parpol) hari ini, Senin (1/8). Komisioner KPU August Mellaz mengungkap sejauh ini terdapat 10 parpol yang bakal mendaftar hari ini.
Sepuluh partai itu adalah PDI Perjuangan, Partai Keadilan dan Persatuan, Partai Reformasi, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Nasdem, PRIMA, Perindo, PBB, PPP, dan Partai Gelora.
Menurutnya, sampai saat ini KPU sudah menerima pernyataan 18 parpol yang bakal mendaftarkan diri. (lna)

Leave a Reply