Cannabis Bubble Tea dan Nasi Ayam Ganja, Jadi Kuliner Kekinian di Thailand

Cannabis Bubble Tea dan Nasi Ayam Ganja, Jadi Kuliner Kekinian di Thailand
Cannabis Bubble Tea (reuters)

Pemerintah Thailand sudah melegalkan penggunaan ganja di sana. Setelahnya muncul aturan ketat terkait penggunaan ganja di dalam makanan dan minuman.

Thailand menjadi salah satu negara pertama yang melegalkan penggunaan ganja. Kebijakan ini diikuti dengan langkah Kementerian Pertanian Thailand yang membagikan ganja secara gratis.

Di sana muncul pop-up bar hingga ragam menu restoran dan kafe yang menggunakan ganja. Semuanya dipromosikan untuk menarik minat pengunjung. Inovasi berupa penggunaan ganja ke berbagai jenis makanan dan minuman restoran dan kafe.

Namun penggunaan ganja pada makanan dan minuman disertai dengan dengan peraturan penggunaan yang sangat ketat.

Aturan itu menyebutkan kalau setiap makanan dan minuman yang mengandung ganja, tak boleh lebih mengandung lebih dari dari 0.2% tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa pada ganja yang membuat orang menjadi mabuk atau teler.

Nah, salah satu kuliner kekinian yang kini tengah ngetren adalah bubble tea yang mengandung daun ganja yang dirilis oleh gerai minuman bubble tea kekinian bernama Dek-Chaa di Provinsi Chonburi, Thailand.

“Kami melihatnya sebagai pilihan tambahan untuk menu minuman kita, karena ini sedang ngetren. Ganja sendiri punya manfaat kesehatannya jika digunakan dalam takaran yang direkomendasikan. Karena kandungan ganja di minuman ini sangat amat rendah,” jelas Nitisit Wongsasiriwatthana, selaku pemilik gerai minuman Dek-Cha seperti dilansir dari Site News.

Mayoritas konsumen Dek-Cha menganggap kalau rasa bubble tea ganja ini mirip dengan minuman teh pada umumnya. Bahkan ada yang menganggap kalau Bubble tea ganja ini sangat berbeda dengan rasa teh China, tapi aroma dan rasanya itu lebih mirip teh herbal.

Selain bubble tea di Thailand. Kini ada penjual nasi ayam yang menggunakan ayam yang diberi pakan ganja.kemudian dipotong untuk dimasak jadi hidangan bernama Khao Man Gai dan jadi sajian populer kaki lima di sana.

Kuliner ini awalnya adalah eksperimen yang dilakukan komunitas peternak di Lampang, yang bekerja sama dengan Chiang Mai University’s Faculty of Agriculture. Mereka memberi makan ayam ternak dengan daun ganja. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas daging ayam dan telur.

Nah, ayam-ayam ternak yang diberi pakan ganja tersebut rupanya memiliki imun yang lebih kuat dan tidak gampang terjangkit virus atau wabah penyakit. Semuanya efek dari konsumsi daun ganja. Ayam juga lebih bertahan di cuaca ekstrem

Selain itu ayam yang diberi pakan daun ganja, dagingnya jauh lebih sehat, karena tidak terpapar kimia dari antibiotik, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi oleh manusia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*