JoSS, PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di 599 sekolah yang ada di daerah ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan penerapan Kurikulum Merdeka ini sebagai bentuk dukungan pada pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa.
“Ketika kaitannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, kami siap mendukung program ini apalagi terkait implementasi Kurikulum Merdeka,” katanya di Pekalongan, Kamis (28/7/2022), sebagaimana dilansir dari Antara.
Menurut dia, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemkab akan mempersiapkan anggaran agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik di sekolah-sekolah.
Selama ini, kata dia, fokus memprioritaskan tiga program unggulan yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Oleh karena itu, kami berharap seluruh pihak yang terlibat yakni mulai guru, sekolah, dinas terkait, pemerintah provinsi, serta Pemerintah pusat dapat bekerjasama dan bersinergi agar Kurikulum Merdeka berjalan lancar dan semakin baik,” katanya.
Yulian Akbar menyebutkan 599 sekolah yang siap menerapkan program Kurikulum Merdeka terdiri atas 71 SMP, 489 SD, dan 39 PAUD yang berada dalam naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
Sebelumnya, Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek Wartanto mengatakan bahwa pengimplementasian Kurikulum Merdeka tidak boleh dipaksakan.
Kurikulum Merdeka ini, kata dia, dapat diterapkan oleh sekolah yang memang kondisi dan kesiapannya sudah matang. “Kemendikbudristek telah menyiapkan 3 kurikulum yang dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah yakni Kurikulum Merdeka, Kurikulum 13, dan Kurikulum ke-13,” katanya.
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum sekolah yang mengacu pada pertumbuhan bakat dan minat anak. Siswa boleh memilih pelajaran sesuai minat dan bakat yang dimiliki dengan pendekatan pembelajaran proyektif sehingga nantinya tidak ada lagi penjurusan pada saat di SMA.
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik.
Kurikulum Merdeka sudah diuji coba di 2.500 sekolah penggerak. Tidak hanya di sekolah penggerak, kurikulum ini juga diluncurkan di sekolah lainnya.
Menurut data Kemdikbud Ristek, sampai saat ini, telah ada sebanyak 143.265 sekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka. Jumlah ini akan terus meningkat seiring mulai diberlakukannya Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Kurikulum Merdeka ini akan dijalankan sebagai opsi tambahan terlebih dahulu selama tahun 2022-2024 dalam rangka pemulihan pembelajaran pasca pandemi. Nah, nantinya mulai tahun 2024, diharapkan Kurikulum Merdeka sudah bisa fully implemented secara nasional.
Di tahun 2024 juga, Kemdikbud Ristek akan mengkaji ulang mengenai implementasi Kurikulum Merdeka ini berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.
Jadi, untuk saat ini, sekolah bisa mulai mengimplementasikan kurikulum baru ini secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah.
Jika ada sekolah yang memang masih belum siap untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, maka sekolah tersebut masih boleh menggunakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat sampai sekolahnya siap. Kewenangan untuk memilih kurikulum diserahkan oleh Kemdikbud Ristek kepada kepala sekolah dan guru pada masing-masing sekolah. (lna)

Leave a Reply