Rajapaksa Resmi Mundur, Parlemen Sri Lanka Pilih Presiden Baru 20 Juli Mendatang

Rajapaksa Resmi Mundur, Parlemen Sri Lanka Pilih Presiden Baru 20 Juli Mendatang
Para pengunjuk rasa di luar Istana Presiden di Kolombo pada 9 Juli 2022. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang terkepung melarikan diri dari kediaman resminya di Kolombo. . (Foto: AFP)

JoSS, SRI LANKA – Parlemen Sri Lanka akan menggelar pemungutan suara pada 20 Juli mendatang untuk mencari presiden baru pengganti Gotabaya Rajapaksa yang mengundurkan diri hari ini, Jumat (15/7/2022).

Ketua parlemen Sri Lanka, Yapa Abeywardana, mengungkapkan mereka akan menerima calon kandidat presiden sehari sebelum pemungutan suara, tepatnya Rabu (19/7/2022). Sebagaimana dilansir AFP, parlemen kemudian menggelar pemilihan sehari setelahnya.

Sembari menunggu pemungutan suara, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, mengucap sumpah untuk menjadi presiden sementara usai Rajapaksa mundur.

SriLanka berada dalam kekacauan usai krisis ekonomi mendera negara itu. Pada April lalu, SriLanka kemudian dinyatakan bangkrut.

Di tengah situasi yang sulit itu, warga menggelar aksi menuntut perbaikan dan presiden serta kroninya mengundurkan diri. Mereka bahkan sempat menggeruduk kediaman Rajapaksa.

Saat kemelut menyelimuti Sri Lanka, Rajapaksa malah kabur. Ia sempat singgah di Maladewa untuk kemudian terbang ke Singapura. Dari Singapura, Rajapaksa mengirim surat pengunduran diri ke parlemen via email pada Jumat.

Menanggapi pengunduran itu, warga bersuka ria. Mereka menyalakan kembang api dan menari dengan girang di berbagai lokasi demonstrasi.

Salah satu peserta aksi, Arinandan (34), mengekspresikan kebahagiaannya setelah turut berjuang menggulingkan Rajapaksa.

“Kami bahagia sekali hari ini. Dia [Rajapaksa] telah mengundurkan diri dan kami merasa bahwa saat kami, rakyat, datang bersama-sama, kami bisa melakukan segalanya,” kata Arinandan kepada Reuters.

Ia kemudian berujar, “Kita adalah kekuatan yang sesungguhnya.”
Sementara itu, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dilantik menjadi pelaksana tugas (plt) presiden Sri Lanka pada Jumat (15/7), setelah Gotabaya Rajapaksa kabur dan mengundurkan diri di tengah krisis.

AFP melaporkan, kantor perdana menteri Sri Lanka mengumumkan bahwa Wickremesinghe mengucapkan sumpahnya di hadapan Jaksa Agung, Jayantha Jayasuriya.

Wickremesinghe dilantik setelah parlemen Sri Lanka menerima surat pengunduran diri Rajapaksa pada Jumat lewat surel dan salinan cetak.

Pengunduran ini membuat parlemen negara itu harus menunjuk pelaksana tugas presiden. Berdasarkan konstitusi, PM akan mengambil alih jabatan jika presiden mengundurkan diri.

“Dari titik ini, kami akan menunjuk presiden baru sesuai konstitusi,” kata Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena, dikutip Reuters.

Rajapaksa sendiri mendarat di Singapura pada Kamis (14/7), setelah sebelumnya sempat kabur ke Maladewa pada Rabu (13/7) menggunakan jet militer.

Merespons pengunduran diri Rajapaksa, warga Sri Lanka senang, menyalakan kembang api, dan menari girang di berbagai titik lokasi demonstrasi.

Pengunduran diri Rajapaksa berlangsung setelah massa menyerbu kediamannya pada pekan lalu dan menuntutnya mundur.

Protes itu dilakukan kala Sri Lanka berhadapan dengan krisis ekonomi yang membuat negara itu kekurangan bahan bakar dan barang pokok.

Di tengah krisis ini, rakyat juga sebenarnya menuntut Wickremesinghe untuk mundur dari kursi PM. Namun kini, ia malah diangkat menjadi plt presiden.

Ketua parlemen Sri Lanka sempat menyatakan bahwa mereka bakal menggelar pemilu untuk menentukan pemimpin selanjutnya pada 20 Juli mendatang. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*