
DALAM kalender Jawa, malam 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram 1444 H. Bagi masyarakat Jawa, terlebih bagi para pemeluk agama Islam, bulan Suro dalam Kalender Jawa dan Muharam dalam Kalender Hijriyah merupakan penanda awal tahun baru penanggalan.
Di tahun 2022 ini, malam 1 Suro jatuh pada tanggal 29 Juli 2022, dimulai dari ba’da maghrib. 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada tanggal 30 Juli 2022.
Malam 1 Suro merupakan malam tahun baru dalam Kalender Jawa yang menjadi hari pertama dalam bulan Suro. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Jawa tradisional, malam 1 Suro merupakan malam keramat, terlebih jika jatuh pada hari Jumat.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa tradisional, malam 1 Suro merupakan malam yang keramat dan memiliki sejumlah pantangan. Tidak hanya itu, pada malam 1 Suro tersebut, kerap kali digelar rentetan ritual dan tradisi yang sakral.
Baca juga: Disiapkan Untuk Kirab Malam 1 Suro, Seekor Kebo Bule Keraton Solo Mati Karena Terjangkit PMK
Dikutip dari beberapa sumber, sejarah 1 Suro ada sejak Kerajaan Mataram Islam dan diciptakan oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645). Sultan ingin mengubah Kalender Saka (kalender Jawa dan Hindu) sesuai dengan penanggalan agama Islam.
Konon Sultan memiliki niat untuk menyatukan dua kubu masyarakat Jawa yang terpecah akibat perbedaan keyakinan antara penganut Kejawen yang merupakan kepercayaan orang Jawa dengan Putihan (kepercayaan Islam).
Selain itu, mitos malam 1 Suro sebagai datangnya Aji Saka ke Pulau Jawa yang mampu melepaskan rakyat dari genggaman makhluk gaib. Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta dan Kasepuhan Cirebon rutin mengadakan ritual setiap tahunnya pada malam 1 Suro.
Dalam ritual itu masyarakat akan mengelilingi keraton dalam diam, memandikan benda-benda pusaka, berendam di kali, mandi kembang dan mengarak kerbau bule.
Masyarakat Jawa percaya bahwa ritual tersebut dapat membawa berkah. Di sisi lain, malam 1 Suro juga dipercaya dapat mendatangkan kesialan bagi mereka yang melanggar pantangan. Berikut beberapa hal mitos 1 malam Suro yang dipercayai oleh orang Jawa.
1. Tapa bisu atau tak boleh berbicara
Beberapa orang Jawa memilih ritual pada malam 1 Suro, salah satunya adalah tapa bisu atau tidak boleh berbicara sama sekali. Ritual ini biasanya dilakukan saat mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.
Selain tak boleh bicara, orang tersebut juga tidak boleh makan, minum serta merokok saat melakukan ritual tapa bisu.
2. Tak boleh keluar rumah
Mitos malam satu suro bagi orang Jawa adalah dilarang keluar rumah untuk menghindari kesialan Masyarakat jawa percaya bahwa setiap malam 1 Suro lebih baik berdiam diri di rumah. Mitos yang dipercaya apabila melanggar aturan ini maka orang tersebut akan mendapatkan kesialan dan hal buruk.
3. Pindah rumah
Berdasarkan primbon Jawa orang tidak disarankan untuk pindah rumah pada saat malam 1 Suro. Orang jawa percaya ada hari baik dan hari buruk.
4. Tidak menggelar pernikahan
Mitos malam satu suro bagi orang Jawa adalah tidak mengadakan pesta pernikahan maupun hajat Orang tua Jawa percaya bahwa menikahkan anaknya di bulan Suro akan mendatangkan kesialan. Namun beberapa orang mengatakan bahwa hal ini adalah mitos belaka.
Alasannya, jika masyarakat mengadakan pesta pernikahan pada malam 1 Suro dianggap menyaingi ritual keraton yang akan dirasa sepi. Hal ini juga berlaku pada pesta-pesta lainnya seperti pesta sunatan atau pesta syukuran lainnya dan hal ini masih dipercaya oleh orang Jawa.
Tidak hanya di Jawa, di daerah lain juga ada cara dan ritual yang dilakukan untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro seperti berdoa dan menyantuni anak yatim. Namun, inti dari malam Tahun Baru Islam adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dibandingkan percaya dengan mitos malam 1 Suro. (lna)

Leave a Reply