Banjir dan Gelombang Panas Ekstrem Landa China, Suhu Capai 42 Derajat Celcius

Banjir dan Gelombang Panas Ekstrem Landa China, Suhu Capai 42 Derajat Celcius
Warga terdampak banjir setelah hujan deras di Lanzhou, provinsi Gansu, Cina 11 Juli 2022. (Photo: REUTERS)

JoSS, CHINA – Banjir dan suhu tinggi yang ekstrem telah menyebabkan banyak kematian di wilayah timur China saat musim panas berlangsung lebih awal dari biasanya.

Gelombang panas ‘memanggang’ kota-kota di Provinsi Sichuan dan Zheijiang, China. ‘Serangan’ panas itu mengakibatkan satu orang meninggal dan 24 orang lainnya luka-luka, Rabu (13/7).

Dilansir dari VOA, rekor suhu tertinggi dilaporkan di provinsi Zhejiang, tepat di sebelah timur pusat bisnis global Shanghai. Suhu di sana mencapai di atas 42 derajat Celcius pada Rabu (13/7).

Provinsi-provinsi tetangganya di kawasan pesisir, Jiangsu dan Fujian, juga menghadapi gelombang panas.

Henan, Sichuan dan Heilongjiang, tiga provinsi lain yang terletak di pedalaman melaporkan sejumlah kematian dan banyaknya orang yang dirawat di rumah sakit karena serangan panas. Jumlah kematian resmi sejauh ini belum dilaporkan.

Banjir juga melanda sebagian besar negara itu, dengan tiga orang dilaporkan tewas dan lima lainnya hilang di daerah Pingwudi di provinsi Sichuan pada Rabu tengah hari. Satu orang dilaporkan tewas dan delapan hilang di provinsi Heilongjiang, di China Timur Laut.

Para ahli mengatakan cuaca ekstrem kemungkinan tercipta karena perubahan iklim. Udara yang lebih hangat dapat menyimpan lebih banyak air sehingga dapat memicu hujan lebat.

Ratusan ribu orang di wilayah selatan-tengah China terpaksa mengungsi akibat banjir. Banjir menambah kesengsaraan ekonomi yang sebagian disebabkan oleh kebijakan ketat “zero-COVID” yang membatasi perjalanan dan mengganggu rantai pasokan

Semnetara itu Rumah Sakit Universitas Sichuan China Barat di ibu kota Sichuan, Chengdu, menyatakan menerima dua pasien akibat suhu panas di sana. Satu pasien menderita kegagalan fungsi sejumlah organ, seperti diberitakan Red Star News via Global Times.

Gelombang panas itu menyebabkan satu warga kritis termasuk kegagalan fungsi organ dan pendarahan saluran pencernaan serta bagian tubuh lainnya. Wakil Direktur RS China Barat, Yu Haifang, menerangkan gejala itu tampak beberapa jam setelah pasien mengalami serangan gelombang panas.

Korban kemudian mengalami masalah pernapasan akut dan henti jantung ketika dipindahkan ke RS China Barat hingga meninggal di sana usai pertolongan darurat dari petugas medis.

Sementara itu, dua pasien kritis lainnya masih dalam perawatan intensif di unit gawat darurat (ICU). Kedua pasien itu mengalami gangguan pembekuan dan kegagalan sejumlah organ. Mereka harus menjalani cuci darah, perawatan hati, dan perawatan medis lainnya.

Tiga pasien tersebut merupakan lelaki berusia 20, 40, dan 60-an tahun. Dua pasien terkena serangan gelombang panas di luar ruangan, sementara pasien tertua terkena gelombang panas ketika tengah memasak di dapur.

Gelombang panas bukan hanya ‘memanggang’ Sichuan yang notabene wilayah yang cukup hangat. Sejumlah kota di wilayah selatan China juga mengalami gelombang panas.

Sejauh ini tercatat 26 kasus gelombang panas yang dilaporkan di Kota Yuyao di wilayah timur Provinsi Zhejiang, China. Suhu rata-rata di wilayah China yang terserang gelombang panas parah bisa mencapai 40 derajat Celsius. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*