
JoSS, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan mengkaji pembangunan tanggul sungai dan laut sebagai upaya mengatasi masalah banjir rob yang kini terus melanda di daerah setempat.
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa sebagai langkah pertama, pemkab akan membangun tanggul sepanjang sungai Klidang Lor agar air sungai tidak meluap ke permukiman penduduk saat hujan deras maupun rob.
“Kemudian, fokus penanganan selanjutnya adalah membuat tanggul laut mulai dari Pantai Sigandu hingga Sungai Sambong. Saat ini kami masih menghitung panjang, lebar dan kedalaman sungai itu, serta anggaran yang dibutuhkan, semuanya masih dalam kajian,” katanya, seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan apabila anggaran pembangunan tanggul sungai maupun laut yang dibutuhkan belum mampu mencukupi maka pemkab akan mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jateng maupun Pemerintah pusat.
“Normalisasi Sungai Sambong akan dilakukan sepanjang 3,6 kilometer oleh Pemerintah pusat. Selain itu, pusat juga akan membuatkan tribun sepanjang 500 meter untuk mendukung olahraga kearifan lokal masyarakat sekitar yaitu lomba dayung tradisional,” katanya.
Adapun untuk keperluan parkir kapal di pelabuhan, lanjut dia, pemkab akan membangun tambat labuh sementara di lokasi sungai Klidang Lor.
Terkait dengan kondisi ketinggian banjir dan rob yang bisa mencapai 40 sentimeter, menurut dia, banjir dan rob masih relatif aman jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Kota Pekalongan dan Semarang.
“Namun demikian, kami tetap akan menindaklanjuti apa yang harus segera dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, baik jangka pendek maupun jangka panjangnya,” kata Lani Dwi Rejeki.
Sebelumnya, perkuatan tanggul laut di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah dilakukan percepatan guna mengantisipasi dampak yang timbul dari fenomena alam gelombang tinggi dan air pasang yang melimpas ke daratan atau rob.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menggelar rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak banjir rob di Semarang, beberapa waktu lalu mengajak kepala daerah atau perwakilan di wilayah Pantura yang terdampak rob yakni Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Demak untuk bersinergi menanggulangi banjir rob.
Kepala daerah pada wilayah-wilayah tersebut juga diminta menyampaikan bantuan apa saja yang diperlukan untuk perkuatan tanggul dan penanganan banjir rob.
“Semua ada di sini, tadi coba kami inventarisasi satu per satu persoalan yang ada dan kita sharing untuk bisa menyelesaikan,” ujarnya.
Politikus PDIP itu juga meminta seluruh pihak menyisir area yang berpotensi jebol jika terjadi rob dan inventarisasi tersebut harus segera dilakukan agar titik-titik itu bisa segera diperkuat. (lna)

Leave a Reply