Sesuai Prediksi BMKG, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kembali Banjir Rob Sekira 1 Meter

Sesuai Prediksi BMKG, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kembali Banjir Rob Sekira 1 Meter
Banjir rob susulan kembali menerjang Kota Semarang pada Senin 20 Juni 2022. (dok. Tangkapan layar kanal YouTube MD7)

JoSS, SEMARANG – Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kembali tergenang banjir rob pasca ditambalnya tanggul yang jebol beberapa waktu lalu. Kondisi meningkatnya gelombang pasang air laut ini sebelumnya sudah diprekdisikan oleh BMKG.

Dilansir dari detikJateng, Senin (20/6/2022) pukul 15.40 WIB, terlihat banjir mulai terjadi sekitar 50 meter dari gerbang masuk pelabuhan atau Pos 4 Pelabuhan Tanjung Emas. Sejumlah pekerja pun terlihat keluar dari pelabuhan dengan kondisi celana dan pakaian yang basah.

Seorang pekerja pabrik di kawasan itu mengatakan air mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB dan terus naik. “Mulai jam 2 tadi mulai tinggi,” kata Rizky Putra (22), dikutip dari detikJateng.com.

Sejumlah warga dan pekerja di area pelabuhan juga terlihat masih berdiri di pinggir-pinggir jalan yang tak terkena air. Diperkirakan, di dalam pelabuhan banjir mencapai 1 meter.

Banjir terparah menurutnya berada di sekitar Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas. Jika diukur dari tinggi tubuhnya, banjir mencapai pinggang orang dewasa. “Tadi banjir sampai segini (pinggang),” katanya.

Menurutnya, ini banjir terparah sejak banjir rob akibat tanggul jebol beberapa waktu lalu. Saat banjir, dirinya juga mengaku tidak mendapat peringatan dari tempatnya bekerja. “Pulang kerja, enggak tahu sih soalnya di dalam (tempat kerja) nggak banjir, tiba-tiba saja,” katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas kembali memberikan peringatan bahaya banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah (Jateng) untuk tiga hari ke depan, mulai Selasa-Kamis (21-23/6/2022).

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Retno Widyaningsih, menyebutkan kecepatan angin yang berhembus cukup tinggi hingga 46 km per jam di Laut Jawa bagian tengah menyebabkan peningkatan tinggi gelombang. Gelombang air laut pun diprediksi akan mencapai ketinggian maksimal mencapai 3 meter.

“Berdasarkan citra satelit altimetri, tinggi muka air laut menunjukkan adanya anomali positif yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir [rob] lebih tinggi,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/6/2022).

Selain itu, banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah di Jateng itu, menurut BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas juga dipengaruhi fenomena Super Full Moon, yakni fase Bulan Purnama yang bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi pada 18-23 Juni 2022.

“Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut,” imbuhnya.

Retno menambahkan berdasarkan pantauan data water level di BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas dan prediksi pasang surut dari Pushidrosal TNI AL, banjir pesisir atau banjir rob pun diprediksi bakal terjadi di beberapa wilayah pesisir utara Jateng pada 21-23 Juni 2022.

Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami banjir rob itu antara lain, pesisir utara Brebes, pesisir utara Kota Tegal, pesisir Kabupaten Pekalongan, pesisir Kota Pekalongan, pesisir Kota Semarang, pesisir Demak, pesisir Jepara, pesisir Pati, dan pesisir Rembang.

Sementara itu, banjir rob atau banjir pesisir di sejumlah wilayah pesisir Jateng itu diprediksi terjadi sekitar pada sore hari mulai pukul 14.00-17.00 WIB. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*