JoSS, BATANG – Director of Operations & Engineering PT KIT Batang, Adler Manarissan Siahaan, mengatakan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang fase I seluas 450 hektar kini sudah selesai dibangun dan sold out.
Dia menambahkan sejumlah investor sudah mulai mendirikan pabrik yang direncanakan mulai beroperasi pada 2024.
Menurutnya, saat ini pengembangan KIT Batang terfokus pada fase II dengan luas 1.000 hektare. Pemerintah menjamin kebutuhan energi untuk mendukung operasional KIT Batang.
“Kami tengah persiapan fase dua 1.000 hektare berupa pematangan lahan. Sebagai kawasan industri yang konsepnya avantgarde. Betul-betul kami siapkan segala sesuatunya termasuk pemenuhan tenaga kerja akan mengimbangi infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Batang,” katanya, dilansir dari solopos.com.
Lebih lanjut Adler mengatakan sejumlah perusahaan asal Korea Selatan mulai melakukan pembangunan konstruksi. Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan pada fase satu yang mulai beroperasi 2024.
“Pemenuhan energi kami proses persiapan energi terbarukan maupun energi fosil. Kami siapkan sesuai kebutuhan. Fase pertama ini mungkin kebutuhan energi belum ada tahun ini namun 2024 baru. Gas kami tarik dari Semarang-Batang,” ungkapnya.
Sementara itu, KIT Batang yang memiliki luas total 4.300 hektar tersebut, infrastruktur jalan telah dibangun. Ada 10 rumah susun yang disediakan bagi para pekerja pelaksana proyek. Selain itu ada tempat pengolahan limbah terpadu dan reservoir.
Edler menambahkan, keuntungan bagi investor di KIT Batang antara lain konektivitas. KIT Batang dilalui Jalan Tol Trans Jawa yang membelah kawasan, ada jalur kereta api, dan dermaga yang akan dibangun.
KIT Batang memiliki kontur elevasi yang baik dengan lokasi di ketinggian 25 sampai 30 meter dari permukaan laut.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jateng, Sujarwanto, mengatakan pemerintah memastikan pemenuhan energi untuk kebutuhan industri cukup melalui energi konvensional maupun energi hijau.
Pemerintah mulai membangun konstruksi perpipaan untuk memenuhi kebutuhan energi industri di KIT Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. (lna)

Leave a Reply