JoSS, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga akan membuka proses pendaftaran untuk pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar selama dua minggu mulai 1 Juli 2022. Proses pendaftaran untuk membeli Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina.
Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Pertamina Irto Ginting mengungkapkan masyarakat bisa melakukan pendaftaran di aplikasi digital MyPertamina dan website MyPertamina.
“Selama dua minggu kami buka registrasi,” katanya dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (28/6/2022).
Proses pendaftaran untuk membeli Pertalite dan Solar baru berlaku di lima provinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
“Iya baru lima provinsi, tapi di masing-masing provinsi berlaku di 10-11 kota/kabupaten,” kata Irto.
Meski ada program pendaftaran, tetapi Irto menekankan masyarakat tetap bisa membeli Pertalite dan Solar meskipun belum mendaftar di aplikasi atau website di MyPertamina selama dua minggu ke depan.
“Masyarakat tidak perlu panik, dua minggu ke depan masih bisa isi,” terang Irto.
Setelah dua minggu itu, Irto mengatakan pihaknya masih akan melihat situasi di lapangan terlebih dahulu. Ia belum bisa memastikan apakah masyarakat yang tak mendaftar atau tak masuk kriteria nantinya dilarang membeli Pertalite dan Solar atau tidak.
“Nanti kami atur kemudian, kami melihat dulu progres-nya. Tapi saya rasa tidak sampai pada tidak boleh isi (Pertalite dan Solar), mungkin ada batasan (untuk membeli Pertalite dan Solar). Tapi lihat progress dalam dua minggu,” jelas Irto.
Hal yang terpenting, kata dia, masyarakat sebaiknya mendaftar dulu untuk membeli Pertalite dan Solar mulai 1 Juli 2022.
Dikutip dari laman resmi Pertamina.com, Senin (27/6/2022), Pertamina menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022 untuk mendaftarkan sebelum bisa menggunakan untuk pembelian Pertalite dan Solar.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, menyatakan ada lima provinsi yang akan menjadi lokasi uji coba penerapan MyPertamina. Kelima provinsi itu, yakni Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Alfian menjelaskan konsumen yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan.
Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.
“Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital. Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga kedepannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” jelas Alfian, dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Pertamina.com, Senin (27/6/2022).
Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan konsumsi Pertalite dan Solar turun 10 persen dengan pembatasan pembelian dua jenis BBM subsidi tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menegaskan bahwa pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.
“Bisa lah mengejar efisiensi turun 10 persen, kurang lebih begitu supaya tepat sasaran,” ungkap Tutuka.
Ia mengatakan inti dari revisi perpres itu adalah meminta masyarakat mampu untuk tidak membeli Pertalite sebagai BBM penugasan. Begitu juga bagi pelaku industri yang dilarang untuk membeli Solar bersubsidi. (lna)

Leave a Reply