Maksimalkan Potensi Pariwisata, Pemkot Solo Luncurkan Bus Aglomerasi Wisata Wilayah Solo Raya

Maksimalkan Potensi Pariwisata, Pemkot Solo Luncurkan Bus Aglomerasi Wisata Wilayah Solo Raya
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan peluncuran bus koridor aglomerasi Soloraya, Kota Solo, Jawa Tengah (Istimewa)

JoSS, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka resmi meluncurkan armada khusus yakni bus pariwisata untuk perjalanan wisata aglomerasi yang melibatkan seluruh wilayah di Solo Raya. Ada tiga unit bus yang melayani rute Boyolali, Klaten dan Sukoharjo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno, mengatakan setelah peluncuran bus pariwisata aglomerasi di tiga rute tersebut, ke depan pihaknya akan merealisasikan bus wisata untuk melayani rute aglomerasi di Kabupaten Wonogiri yang juga memiliki potensi wisata yang cukup besar.

“Kalau di daerah lain kan sifatnya wisata singkat, 4-5 jam. Seperti di Indrokilo Boyolali, di Sukoharjo ada tempat pembuatan gamelan, dan nanti di Klaten ke umbul mana. Kalau ke Wonogiri ini karena jauh jadi mungkin sampai seharian,” katanya, dilansir dari Antara, Jumat (17/6/2022).

Menurut dia, untuk tahap awal ini kalangan yang disasar sebagai pasar bus pariwisata yakni kelompok sekolah atau pelajar. Selanjutnya akan mulai menyasar ke masyarakat umum. “Kami sampaikan ke masyarakat termasuk tarifnya. Ini nanti untuk ritel ada, bisa juga untuk carter,” katanya.

Dia menambahkan, wisata edukasi itu diharapkan bisa memaksimalkan potensi wisata di wilayah aglomerasi Solo Raya. “Kami tidak bisa bicara wisata Solo saja, karena wisatawan juga sudah mulai bosan dengan city tour. Di samping itu destinasi wisata di Solo juga masih kurang. Makanya kami kembangkan wisata aglomerasi,” kata Hari Prihatno.

Sejumlah lokasi seperti sentra produksi alkohol di Sukoharjo, Kebun Raya Indrokilo di Boyolali dan pembenihan ikan air tawar Janti di Klaten, menjadi destinasi perjalanan wisata tersebut. “Kami juga masih menjajaki kemungkinan perluasan tujuan ke Wonogiri,” imbuhnya

Untuk mengoptimalkan bus pariwisata ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan asosiasi terkait seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Pariwisata (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

 “Kami undang PHRI, misalnya dikemas jadi satu paket kamar dengan bus ini. Pada prinsipnya kami manfaatkan aset yang ada,” katanya.

“Kami harap wisata aglomerasi ini bisa mendukung daya saing pariwisata Solo Raya, baik terhadap Yogyakarta maupun Bali. Kami juga bekerja sama dengan pelaku usaha pariwisata seperti PHRI dan Asita,” pungkas Hari. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*