Grup Kasidah Asal Semarang, Nasida Ria Jadi Band Pembuka Documenta Fifteen di Kassel Jerman

Grup Kasidah Asal Semarang, Nasida Ria Jadi Band Pembuka Documenta Fifteen di Kassel Jerman
Foto grup Kasidah Nasida Ria. Foto: Dok. Instagram @documentafifteen

NASIDA RIA mungkin asing bagi kalangan milenial. Namun bagi Angkatan 70-80 an, Grup kasidah asal Semarang, ini pernah berjaya di masanya. Bahkan ketika namanya nyaris terlupakan, grup musik religi yang semua personilnya wanita ini tetap eksis, bahkan mendunia.

Ya, Grup Kasidah Nasida Ria kembali mendunia setelah tampil di Jerman sebagai band pembuka acara Documenta Fifteen. Nasida Ria sukses menggoyang penonton di panggung Documenta Fifteen, ajang seni akbar lima tahunan di Kassel, Jerman, Sabtu (18/6) pekan lalu.

Bahkan, Digital Manajer Nasida Ria, Zuhad Mahdi mengatakan sebagian penonton meminta Nasida Ria agar kelak pentas lagi di Jerman.

Ternyata konser tersebut bukan pementasan pertama Nasida Ria di Jerman. Mereka ternyata sudah tiga kali pentas di negara tersebut. Mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat di negara itu.

“Memang dari dulu orang-orang sini (Jerman) itu antusias dengan segala jenis musik mereka sangat-sangat welcome, tidak memandang musik ini dari mana mereka antusias untuk mendengarkan,” katanya, dilansir dari detikJateng, Selasa (21/6/2022).

Dalam konser tersebut, Nasida Ria membawakan sejumlah lagu populernya dalam Bahasa Indonesia, di antaranya lagu Perdamaian, Suasana di Kota Santri, Dunia dalam Berita, dan Bom Nuklir. Nasida Ria juga membawakan beberapa tembang berbahasa Arab.

Zuhad Mahdi mengatakan Documenta Fifteen merupakan acara seni rupa setiap lima tahun sekali kemudian salah satu programnya itu untuk opening acaranya music week, dan penyelenggaranya mengundang Nasida Ria.

Pihak Nasida Ria mendapat undangan pada sekitar dua tahun yang lalu. Mereka sempat khawatir bila acara dibatalkan karena saat itu merupakan masa-masa pandemi COVID-19. “Waktu itu kan memang ‘jadi apa nggak ya’ karena kan ada COVID tapi ternyata jadi malah kita diajukan dari Juli diajukan Juni,” katanya, dilansir dari detikJateng.com.

Saat ini, grup Nasida Ria masih berada di Jerman. Setelah tampil di Documenta Fifteen, mereka juga turut menghadiri berbagai undangan termasuk dari pejabat Indonesia di Jerman.

“Kita kan niatnya berdakwah dalam kesenian dan itu tidak terbatas wilayah di Indonesia saja atau di mana ya, di seluruh dunia kalau bisa kita menyampaikan dakwah itu, misi perdamaian, misi kesetaraan gender dengan berbagai aspek sosial politik ekonomi yang ada di lagu-lagu Nasida Ria,” katanya.

Selain itu, warga Indonesia yang berada di Jerman juga cukup antusias melihat pementasan mereka. Bahkan, pejabat-pejabat di Konsulat Jenderal RI datang langsung dari Kota Frankfurt untuk menyaksikannya.

“Banyak warga Indonesia, pelajar, terus orang yang kerja sengaja menonton Nasida Ria, termasuk Konsulat Jenderal RI di Frankfurt itu jauh-jauh dari Frankfurt 2,5 jam untuk nonton Nasida Ria,” katanya.

Untuk diketahui, Nasida Ria merupakan grup kasidah legendaris di Indonesia. Grup tersebut didirikan pada 1974 oleh HM Zain, tokoh agama di Semarang yang dikenal sebagai pengajar ngaji seni Quran.

Tak hanya kondang di Indonesia, Nasida Ria pada masa jayanya juga terbilang sebagai grup ternama di kancah musik internasional. Nasida Ria juga pernah menyabet berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya dari Kerajaan Malaysia. (lna)

Baca juga: Nikmati Sensasi Dingin Menyegarkan Berenang di Sumber Air Alami Deretan Umbul Di Klaten

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*